Monday, 31 December 2012

Resolusi 2013

Dari semalem mikirin Resolusi 2013 dan inilah hasilnya...

1. Pulang Kampung
Ranah Minang maimbuau pulang hehe.. Semoga Februari beneran bisa nyampe di Ranah Minang tercinta dan bisa menjelajah ke semua tempat indah dan wisata kuliner.

2. Kelarin Skripsi
Topik yang di ambil tentang "Tax Planning" semoga tak bikin saya gila, klo bikin stress wajar hahaha

3. Jalan-jalan ke Palembang
Tiket Promo yang di dapet bulan lalu semoga bisa ke pake dan ga' bentrok sama Jadwal sidang Skripri.
28-30 May 2013 siap melipir ke Palembang,, Ampera, Sungai Musi, Empek-empek I"m Comiiiiiiiiiinggggggggggg...

4. Wisuda
Wisuda tahun depan dengan predikat "Dengan Pujian"

5. Bromo
Resolusi tahun ini yang tak kesampean, semoga terwujud tahun depan. Aamiin........


Semoga semua resolusi 2013 bisa tercapai,, Aamiin Ya Robbal Alamiin... ^^

Wednesday, 26 December 2012

Tentang saya

Ini tulisan ke 100 di blog ini, saya mw tulisan ke 100 ini jd spesial, jd saya akan menulis tentang saya sendiri ^^

Bismillahirrahmanirrahiim..
Tak kenal maka Ta'arufan :)

~ Baca ~
Dari kecil hobi banget baca, terutama cerita fiksi / novel

~ Nonton ~ 
Kalau sudah di depan TV, susah buat beranjak hehe

~ Senja Jingga ~
Melihat senja jingga menggantung di langit itu membuat tentram, damai dan menyenangkan, 
tanpa di komando senyum akan terukir dan rasa syukur yang tak henti terucap.

~ Pink ~
Sangat amat suka apapun yang berwarna pink

~ Nulis ~
Hobi baru yang menyenangkan

~ Smile Face Kuning ~
Benda kuning berbentuk bulat wajah dengan 2 mata dan senyum melengkung, membuat tergila-gila dari SMK

~ Ayam & Soto ~
Makanan favorit yang tak bikin bosen

~ Sambel ~
Suka banget makan sambel, dan bercita-cita punya restoran "Sambalado Ayank"

~ Teh & Jus Alpokat ~
Suka ama 2 minuman ini


Saya itu... 

Pendiam, tapi untuk beberapa orang yang deket saya di bilang cerewet

Melankolis, gampang banget terharu & menitikkan air mata

Tegas,  iya ya iya, tidak ya tidak

Pendengar yang baik, suka jadi tempat curhatan temen2 deket

Kesel = Nangis, kalau kesel di hati tak bisa di ungkapkan, biasanya berubah jadi tangisan

Punya banyak impian :) 

Monday, 24 December 2012

PEREMPUAN BERJILBAB HITAM


Pagi itu, entah mengapa aku ingin sekali pergi kesana, ketempat yang ku yakini bahwa aku akan bertemu dengannya. Tempat itu adalah tempat dimana dia menghabiskan hari-harinya, bercengkrama dengan malaikat-malaikat kecil yang mengukir senyum ikhlas kepada siapa saja. Tempat dia membaktikan dirinya tanpa pamrih, dengan hati riang dan penuh ketulusan.

Aku merindukan senyum manisnya, tawa riangnya, dan matanya yang berbinar-binar menatap malaikat-malaikat kecil itu. Dia bagaikan bidadari yang di kelilingi oleh malaikat-malaikat kecil jika berada di sana, dan aku sangat merindukannya.

Tepat jam 10 pagi, ku langkahkan kaki ku pergi ketempat itu, aku ingin bertemu dengannya, aku ingin menyampaikan sesuatu kepadanya, sesuatu yang selama ini yang selalu mengganggu pikiranku.

Hanya butuh setengah jam perjalanan menggunakan motor untuk aku sampai di tempat itu. Aku parkirkan motorku di parkiran di seberang gedung putih itu, Gedung putih yang cukup luas, yang bisa menampung 200 penghuninya. Gedung itu memiliki plang nama di atas pintu gerbangnya, bertuliskan "Yayasan Kangker Peduli Bangsa". Ya, gedung ini adalah gedung yang menampung orang-orang yang menderita kangker, dan dia bekerja di sini, setiap hari dia membaktikan waktunya disini untuk merawat anak-anak kecil yang menderita kangker, anak-anak kecil itu lah yang ku sebut malaikat-malaikat kecil. 


Niatku yang semula mantap untuk menemuinya, entah mengapa begitu berdiri di depan gedung itu, nyaliku seketika ciut, kaki ku begitu sulit untuk di gerakkan. "Pengecut kamu, untuk hal begini saja kamu tidak berani" batinku memarahi diriku sendiri, tapi kaki ini tak kuasa untuk di gerakkan, kaki ku bagai sudah di semen kuat di trotoar ini.

Tiba-tiba muncul seorang perempuan berjilbab hitam dari pintu gedung putih itu, dan ternyata perempuan itu dia, dia yang ingin ku temui, dia yang bagaikan bidadari yang di kelilingi oleh malaikat-malaikat kecil. Senyumnya begitu manis terkembang ketika keluar dari pintu itu, dan senyum itu kian surut begitu dia melihat keluar karena matahari yang begitu menyengat. Dia berjalan perlahan meninggalkan gedung itu, sembari munutupi wajahnya dengan kertas yang di bawanya.

Melihatnya membuat aku membeku seketika, wajahku tiba-tiba pucat dan membuat tatapanku begitu tajam melihatnya. dan dia menatap ku, dan memperhatikanku dengan heran. Mungkin dalam benaknya saat ini berkata
" apa yang di lakukan laki-laki itu?"
"mengapa dia menatapku seperti itu?"
dan aku melihat kilatan ketakutan di matanya, aku menyesal telah melihatnya seperti itu.

Dia segera menunduk dan berlalu, dan entah mengapa kaki ku melangkah begitu saja, aku menghampirinya, dan aku sekarang sudah berada di depannya, dia kaget begitu melihatku yang muncul tiba-tiba di hadapannya. Dan dia memperhatikanku, tatapannya terhujam langsung ke hadapanku, dan dia tersenyum, walaupun hanya senyum yang bercampur dengan keheranan.

Semua kata-kata yang telah aku susun dan aku ulang-ulang dari pagi untuk di ucapkan kepadanya, seketika menguap entah kemana, otakku kosong, dan tak tau apa yang harus aku lakukan. Aku ingin mengucapkan salam padanya dan berharap setelah itu kata-kata lain akan muncul di pikiranku, begitu aku ingin mengucapkannya entah mengapa bibirku begitu berat dan tak mampu mengucapkannya, bahkan hanya mengucapkan salam saja aku tidak mampu. begitu pengecutnya aku, dan aku merasa seperti orang bodoh yang berdiri di hadapannya.

Segera aku palingkan tubuhku dan pergi berlalu meninggalkannya, aku tak berani menoleh ke belakang, aku tak berani melihat ekspresi wajahnya, melihat aku yang datang menghampirinya dan pergi begitu saja menginggalkannya.

Aku menyesali kebodohanku, aku menyesali diri ku yang begitu pengecut, aku menyesali diriku yang seperti ini. Jika tetap seperti ini, pikiran-pikiran yang mengganggu itu selamanya tak kan pernah pergi dari ku.
Aku menyesali kebodohanku...


Thursday, 20 December 2012

Laki-laki Berjubah Hitam


Siang itu cukup terik, aku berjalan perlahan sembari menutupi wajah dengan kertas yang ku bawa, karena sinar matahari yang tertuju langsung ke wajahku dan itu membuat mataku silau. Entah mengapa pandangan ku terarah kearah kanan atau arah jam 2 dari ku, dan dahi ku langsung mengernyit heran. Ada sedikit ngeri yang aku rasakan, seorang laki-laki berjubah hitam berdiri disana. Menatap lurus dan tajam padaku, dan tatapannya begitu dingin, wajahnya sangat putih, dan entah mengapa hati ku langsung ciut melihatnya.
Benak ku langsung berpikir keras,

"siapa laki-laki itu?"

"apa yang dilakukannya di situ?"

"mengapa dia menatapku dengan tatapan dingin dan mengerikan?"

Segera aku tundukkan pandanganku, melanjutkan perjalananku, dan entah mengapa, laki-laki berjubah hitam itu tiba-tiba muncul di hadapanku. Hampir saja jantung ini copot di buatnya, untung saja aku bisa segera mengendalikan diriku. Ku perhatikan wajahnya, ternyata tidak semengerikan ketika aku melihatnya dari kejauhan tadi. Sepertinya ada yang ingin di ucapkannya padaku, tapi entah mengapa tiba-tiba dia urung mengucapkannya, dan berlalu begitu saja dari hadapanku. Berlalu dan pergi tanpa bicara sepatah katapun, dan meninggalkan aku yang masih mematung dan terbengong dengan apa yang barusan dilakukannya.

Dan entah mengapa hal itu terus menjadi bahan pikiranku, aku masih terus berpikir

"siapa laki-laki asing berjubah hitam itu?"

"mengapa dia menatapku dengan tatapan dingin dan mengerikan?"

"mengapa dia menghampiriku, dan kemudian pergi begitu saja?"

"dan apa maksud dari semua ini?"

Berhari-hari aku tidak bisa tidur di buatnya, dan sampai sekarang, aku masih memikirkannya.

~selesai~

By : Lailaturrahmaniyah

Wednesday, 19 December 2012

Senja Jingga

Ketika senja jingga menggantung di langit
ada senyum yang terukir
ada wajah yang terpesona,
ada perasaan yang takjub

Ketika senja jingga menggantung di langit,
ada bahagia yang terukir,
ada mata yang berkaca-kaca
dan ada hati yang mengucap syukur

Thursday, 13 December 2012

SENJA JINGGA DI ALEXANDRIA


Alexandria, 24 Agustus 2012

Sore ini langit terlihat sangat cerah, langit jingga terhampar dengan indahnya, terlihat matahari yang kembali keparaduan dengan anggunnya. Sudah 1 jam lebih aku duduk di atas pasir putih ini, memandang luas ke lautan lepas Mediterania di hadapanku, memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang baik masyarakat lokal maupun para turis mancanegara sembari menikmati keindahan yang telah Allah ciptakan di depan mataku.

Kecintaanku pada senja dan jingga membuatku selalu ingin merasakan setiap hari dengan melihatnya. dan ini adalah impianku sejak aku kecil dulu, "Menikmati senja jingga di Alexandria". Dan sekarang semua itu bukan lagi menjadi impian, karena sekarang aku sedang menjalani impianku, duduk di pinggir pantai sambil menikmati indahnya senja jingga di hadapanku dan ini di Alexandria. sebuah kota yang ada di negeri para penuntut ilmu yang sangat terkenal yaitu Mesir.

Keyakinanku selama ini berbuah hasil, aku meraih impianku. Ketika kecil dulu setiap aku mengutarakan impian-impianku kepada kakak, abang dan teman-temanku, mereka selalu mengejekku, sambil berkata " ga' usah menghayal terlalu tinggi ki, nanti kalau jatuh sakit, jangan kayak pungguk merindukan bulan, liat kamu itu siapa?". 

Walaupun mereka selalu meremehkan impian-impianku, tapi aku sangat yakin bisa mewujudkan semua itu, ga' ada yang mustahil bagi Allah, ketika Allah berkehendak, apapun bisa terjadi, yang terpenting usaha, ikhtiar dan doa kita yang tak pernah putus. dan aku mengingat sebuah nasehat yang berkata " Kenyataan mu saat ini adalah impian dari masa lalumu, dan impianmu saat ini adalah kenyataan masa depanmu".


Kairo, 15 Agustus 2012

Saat itu aku sedang membaca buku di ruang tamu asrama ku, membaca buku yang di berikan seorang teman tadi pagi ketika kami bertemu di mesjid kampus. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu tokk,, tokk,,  "Assalamu'alaikum.."

"Wa'alaikumusalam Warahmatullah... Sebentar" aku buka pintu dan ternyata yang ada di hadapankua adalah kang  Hasyim, teman sekelasku di kampus, kang Hasyim adalah keturunan Sunda dan Mesir, ibunya adalah mojang asli Bandung yang saat bertemu ayahnya sedang kuliah di Kairo yang keturunan arab, itulah yang membuatnya begitu tampam, berpostur tinggi, berhidung mancung, berkulit putih dan juga memiliki iris mata yang hitam pekat. 

"Apa kabar ki?" sapanya terlebih dahulu dan menjabat tangan ku

"Alhamdulillah sehat, kang apa kabar?" ku balas jabatan tangannya dengan genggaman erat.

"Alhamdulillah sehat juga, kemana aja ga' pernah keliatan di sekretariat? Mas Gun nyariin antum tu?" kami tergabung dalam organisasi yang sama yaitu PMI (Persatuan Mahasiswa Indonesia) yang mana aku sebagai pengurus humas dan kang Hasyim sebagai sekretaris di organisasi itu. 

"ada kerjaan di KBRI kang, ga' bisa di tinggal, rencananya baru siang ini mau ke sekre, ehh akang udah nyamperin duluan, masuk kang, ampe lupa nyuruh masuk hehe" sambil nyengir kuda.

Alhamdulillah sejak 1 tahun yang lalu aku diberikan kepercayan oleh para pejabat dan staf KBRI untuk Mesir, menjadi pengajar ngaji untuk anak-anak mereka, dan karena saat ini bulan Ramadhan intensitas mengajarku semakin di tambah dan juga ada beberapa pekerjaan lain yang di amanahkan kepadaku.

"Antum sendirian di asrama ki? yang lain pada kemana?" kang Hasyim bertanya

Sambil menghela nafas " hufffthh,, yang lain pada pulang kampung kang, mau ngerayain Lebaran bareng keluarga, udah rindu berat katanya, tinggal ane seorang diri dalam sepi dan sunyi di sini kang" ujarku sok puitis

"hahahaha,, owh jadi ceritanya kesepian nih? kasian banget antum hehe, balas kang Hasyim menimpali gurauanku."Antum ga' pulang kampung juga?" balasnya

" hehe iya kang" ucapku sambil garuk-garuk kepala,

"ga' kang, kondisi finansial sedang tidak memungkikan ane untuk menyeberangi samudra dan lautan, biarlah rindu ini terpendam di lubuk hati yang paling dalam, ujarku"

Kang Hasyim menimpukku dengan bantal yang ada di sofa sambil tertawa " hahahaha,, dasar ente emang rada-rada, sok puitis"

"bukaan sok puitis kang, emank puitis, kan ane pujangga, pujangga gagal hahaha" 

"hahaha,, sudah-sudah, ane kesini karna mau ada yang ane sampaikan ke antum" kang hasyim menimpali

"apa itu kang?, serius sepertinya?" aku jadi penasaran.

"Antum lebaran ini ada planing kemana?,,

"Ga' kemana-mana kang, kayaknya di asrama aja, kenapa kang?  aku makin penasaran

"Gini ki, rencananya lebaran ini ane mau ke Alexandria, lebaran bareng keluarga disana, lebaran tahun ini kami ga' pulang ke Indonesia tapi, ngumpul di Alexandria, di rumah nenek, Kalau emang ente ga' ada planing kemana-mana, ane mau ngajak antum untuk lebaran bareng di sana, antum mau?

Mata ku langsung berbinar mendengarkan tawaran itu "mau,, mau kang,," 

Alhamdulillah akhirnya aku tak akan melewati lebaran tahun ini dengan kesepian, ga' terbayangkan apa yang akan aku lakukan jika lebaran ini sendirian, mungkin aku hanya akan mengurung diri di kamar sambil meratapi kerinduanku kepada Ama (ibu), nenek, kakek, serta abang dan kakak ku di Sumatra sana. Sudah dua tahun ake tak bertemu dengan mereka, tapi apa yang bisa ku perbuat, aku hanya bisa memendam rindu dan menunggu hingga aku bisa berhasil menyelesaikan kuliahku di sini dan kembali ke tanah air dan membuat mereka, orang-orang yang kucinta bangga.

"Alhamdulillah,, ok kalau gitu, 3 hari lagi kita berangkat kesana, kita hanya berdua, Ayah dan ibu udah disana sejak awal ramadhan lalu. Aku akan menjemputmu disini" kang Hasyim menjelaskan.

"iya kang, Syukron buat semuanya, akhirnya aku tak akan melewati lebaran tahun ini sendiri" ucapku sambil tersenyum padanya. 

"sami-sami, kita kan saudara ki, ane ga' akan tega ninggalin antum lebaran sendirian disini" balasnya sambil tersenyum, "ane pamit dulu ya, ada agenda di kampus yang harus ane selesaikan?

"ok kang, sekali lagi terima kasih kang" aku menjabat tangannya dengan erat. 

dia tersenyum dan mengucap salam "Assalamualaikum,,"

"Wa'alaikumusalam"..


Payakumbuh, 2 Juli 2010

Bergetar tanganku menerima surat dari Jakarta itu, sebuah surat yang menyatakan aku lulus tes beasiswa untuk Kuliah di Universitas Al Azhar Kairo, ya Kairo, aku akan kuliah di sana, dimana tempat itu adalah tempat yang banyak melahirkan ulama-ulama besar, dan "aku akan kuliah disana" ucapku dalam hati dan kegirangan, Tak henti-hentinya aku mengucap syukur kepada Allah SWT atas semua nikmat yang diberikannya kepadaku. 

Siapa yang menyangka dan percaya bahwa aku, Riski Saputra, laki-laki berbadan kecil kurus, berkaca mata minus dan anak seorang penggiling cabe akan melanjutkan kuliah di Kairo. Sungguh sesuatu yang amat tidak bisa di percaya.

Ya aku memanglah anak dari seorang penggiling cabe, ayahku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu karena sakit yang di deritanya, tinggallah ibu ku yang membesarkan kami berempat. Aku anak ke empat dari    empat bersaudara, Abang pertama ku telah bekerja di Padang, di salah satu Universitas disana, kakak kedua ku telah menjadi guru dan mengabdikan hidupnya di Mentawai, di sebuah desa di sebuah pulau kecil yang ada disana dan abangku yang ketiga memilih untuk membuka usaha kecil-kecilan di mentawai dan tidak melanjutkan untuk kuliah. 

Rasa bangga ku yang luar biasa untuk Ama yang telah membesarkan kami dengan tetesan peluh dan keringatnya. Dengan menggiling cabe di pasar, Ama berangkat subuh-subuh dan kembali kerumah malam hari, seharian dia menggiling berkilo-kilo cabe dengan menggunakan batu giling, dan tanpa mesin sama sekali,  dan tau berapa penghasilan yang di dapatnya setelah bekerja seharian? hanya Rp.10.000 - Rp. 15.000 rupiah sehari dan itu sudah dilakukannya bertahun-tahun untuk membiayai biaya sekolahku serta kakak dan abang-abangku.

Semua jasanya tak akan pernah bisa aku balas, beban hidup yang begitu berat di tanggungnya sendiri, sungguh dia adalah seorang ibu yang luar biasa bagiku. Sekarang yang menjadi tujuanku hanyalah ingin membuatnya bangga mempunyai anak sepertiku, aku hanya ingin mengukir senyum di wajahnya yang sudah tak muda lagi itu. 

Sesampainya di rumah aku segera mencari keberadaan Ama, ternyata dia sedang berada di dapur, ku cium takzim tangannya sambil tersenyum. 

"Ma, Ado yang ka Riski sampaikan ka Ama" sambil menggamit tangan Ama meninggalkan dapur dan menuju ke ruang tamu.

"Apo itu ki" ucap Ama penasaran

ku serahkan Amplop putih yang baru aku baca padanya, di bacanya surat itu dengan saksama, ada air mata mengalir di pipinya, aku melihat ada haru, bangga dan sedih dimatanya. Haru dan bangga karena anaknya bisa lulus tes beasiswandan akan kuliah di Kairo dan sedih karena anak bungsunya akan meninggalkannya jauh dan entah berapa lama akan bertemu lagi.

" Ama bangga jo wa'ang ki, belajar yang rajin yo nak, buek keluarga awak bangga" ucap ama dengan berurai air mata dan memelukku

" Riski janji akan buek Ama dan keluarga awak bangga ma, tarimo kasi untuak kasado pengorbanan dan perjuangan Ama untuak ki" ku peluk erat tubuh kecilnya dan tak ingin rasanya ku lepas. Empat-lima tahun kedepan akau mungkin tak akan bisa memeluknya seperti ini, tapi biarlah, demi cita-cita dan membuatnya bangga, aku akan melakukan apa pun.

Sebelum aku mengikuti tes ini, Ama sempat tak mengizinkaku untuk mengikutinya, kalau aku lulus dan kuliah disana maka aku akan jauh dari Ama dan lama tak akan bertemu dengannya, tapi dengan membujuk dan merayunya serta di yakinkan oleh kakak, abang dan keluarga ku akhirnya Ama luluh juga dan mengizikanku untuk mengikuti tes di Jakarta.

Semua yang aku lakukan hanya untuk Ama, untuk mengukir senyum di wajahnya...

~ SELESAI ~

Catatan:
Dalam Bahasa Minang
1. ado = ada
2. ka = akan / mau
3. apo =  apa
4. jo = sama
5. wa'ang = kamu (laki-laki)
6. buek = buat
7. awak = kita, kadang di gunakan untuk diri sendiri/saya, atau kadang di artikan sebagai kami (tergantung daerah masing-masing)
8. tarimo Kasi = terima kasih
9. Ama = ibu, kadang di panggil bundo, mandeh, atau amak
10. kasado = semua
11. untuak = untuk

By: Lailaturrahmaniyah

Monday, 10 December 2012

Bromo Memanggil

Kecintaan saya pada Bromo berawal dari sebuah foto, begitu melihatnya saya langsung terpesona, memang indah banget. Bangun pagi-bagi buta, kedinginan nyaris beku dan masing harus berkendara menggunakan Jeep sewaan atau motor menuju pananjakan untuk melihat Matahari Bertasbih, matahari yang mengawali hari yang menampakkan diri dengan indahnya. Membuat siapapun yang melihatnya begitu takjub, dan terpesona, bukan hanya dari turis lokal tapi juga mancanegara. 


Konon katanya Matahari terbit di Bromo adalah salah satu penampakan matahari terbit yang paling indah di Indonesia dengan latar gunung Semeru yang mengeluarkan asap dari kejauhan. Bukan hanya matahari terbitnya yang menakjubkan tapi juga lautan pasirnya yang terhampar luas, Gunung Bromo yang masih aktif dan juga, pura hindu yang berlatar Gunung Batok yang indah. Sungguh ciptaan Allah SWT yang luar biasa. 

Saya menceritakan ini, bukan karena saya sudah berkunjung kesana, tapi baru keinginan yang menggebu-gebu yang teramat sangat untuk menjejakkan kaki disana. Saya merasakan Bromo memanggil-manggil saya untuk mengunjunginya hehe..
Membaca blog para backpacker yang sudah kesana, menyaksikan foto-foto indah mereka, menonton di televisi FTV dengan latar Bromo, dan juga liputan-liputan jalan-jalan di TV yang membuat semakin ingin ke sana.


Planning yang sudah di buat dari awal tahun ini untuk kesana di Bulan november ini, ternyata belum terwujud,     walau bagaimanapun saya menyusun rencana, tetap Allah yang menentukan. Mungkin ini bukan waktunya, tenang, masih ada hari esok, masih ada bulan depan dan masih ada tahun depan, "tak kan lari gunung di kejar" ^^

Semoga suatu saat saya bisa menjejakkan kaki disana.. Aamiin...

Friday, 7 December 2012

Merindukannya



Berkali-kali mimpiin Amak (Nenek), 
bahkan sampe mimpi 2 kali mimpi pulang kampung dan nyuapin amak makan. 
Dan ternyata amak juga kangen sama saya, dia juga ingin sekali mendengar suara saya (jarang nelpon)

Sangat amat merindukan amak, kangen di masakin amak, kangen liat senyumnya, kangen denger ketawanya, kangen di ceritain tentang masa lalu, kangen tidur di samping amak,, kyyyaaaaaaaa pokoknya kangen semuanya tentang amak... 

Semoga saja ada rejeki untuk pulang kampung, liburan akhir tahun ini, atau liburan semester tahun depan. Aamiin,,,,,

Friday, 30 November 2012

@Barelang



Museum @Camp Vietnam yang menyimpan berbaagai macam benda peninggalan dan  juga ratusan foto-foto pengungsi Vietnam


Patung dewi Quan Im @ Vihara Quan Am Tu (Pulau Galang)


Gerbang @ Vihara Quan Am Tu (Pulau Galang)




Saya @ Mirota beach


Replika kapal peninggalan pengungsi vietnam yang di gunakan untuk mengarungi lautan mencari tempat perlindungan dan akhirnya terdampar di Pulau Galang


Salah satu kebun buah naga yang ada di Barelang

Pantai Mirota



Pantai Mirota


Tanjakan dari pantai mirota yang bikin ngos-ngosan waktu sampai di atas :)

Thursday, 22 November 2012

5 Pertemuan tak di sengaja

Seorang perempuan berkacamata, mengenakan jilbab pink dan  baju kotak-kotak serta rok merah marun dan menenteng sebuah plastik pink yang entah apa isinya, terlihat jalan menunduk menuju perpustakaan. Tujuannya adalah mengembalikan sebuah buku yang sudah seminggu di pinjamnya, berjalan di koridor kampus yang menuju perpustakaan dan parkiran, tiba-tiba ketika perempuan itu mengangkat wajah, dia  kaget, karna hampis saja menabrak seorang laki-laki yang berjalan berlawanan arah, ternyata laki-laki itu juga berjalan dengan menunduk. laki-laki itu berambut ikal dan berkacamata, memakai jaket hitam dan tas ransel di punggungnya, meraka sempet bertatapan beberapa detik dan  langsung saja si perempuan menghindar ke kanan dan melanjutkan jalannya. dan itulah pertemuan pertama mereka.

Hari berikutnya, ketika si perempuan menyelesaikan  kuliah kelas terakhirnya hari itu, si perempuan segera bergegas menuju mesjid kampus untuk melakukan sholat isya, karna saat itu telah menunjukkan jam 21.45 WIB, si perempuan masuk ke dalam mesjid untuk meletakkan tas, kemudian menuju toilet untuk berwudhu, di depan pintu mesjid, dia berpapasan lagi dengan seorang laki-laki berkacamata yang akan memasuki mesjid, dan mereka bertatapan beberapa detik, dan si perempuan segera berlalu untuk wudhu, begitu juga dengan si laki-laki, dia segera masuk ke dalam mesjid. Dan ini pertemuan ke dua mereka.

Selesai sholat dan ketika berjalan menuju pintu mesjid, si perempuan tanpa sengaja melihat ke beberapa orang laki-laki yang sedang bercengkrama di dekat pintu mesjid, dan tatapannya kembali beradu dengan seorang laki-laki berkaca mata, dan mereka bertatap beberapa detik, dan si perempuan kemudian berlalu, ini pertemuan ketiga mereka.

Saat si laki-laki terburu-buru menuju lift kampus, karena dia sudah sangat terlambat untuk masuk kelas, tanpa sengaja dia menabrak seorang perempuan berkaca mata yang mengenakan jilbab hitam. Buku-buku yang di bawa perempuan itu berserakan di lantai, segera mereka berdua menunduk untuk mengambil buku-buku tersebut, sambil menyerahkan buku yang di ambilnya si laki-laki berkata, "Maaf, saya tidak sengaja, soalnya buru-buru, maaf banget ya?" sambil menunjukkan ekspresi bersalah, si perempuan tersenyum " iya ga' apa-apa kok" menerima buku dari si laki-laki dan segera berlalu. Ini bertemuan ke empat mereka dan ini percakapan pertama mereka.

Sore itu hujan begitu lebat, perempuan berbaju hijau dan jilbab yang senada sedang duduk di halte pemberhentian bus, menunggu hujan reda dan juga menunggu angkutan umum yang akan membawanya ke kampus untuk kuliah kelas malam. sudah hampir sejam dia menunngu, tapi hujan tak kunjung reda.

Seorang laki-laki yang kehujanan sedang berlari menuju halte, laki-laki berkaca mata dan berjaket hitam itu, pakaiannya agak sedikit basah karena hujan, dia duduk di samping perempuan berbaju hijau yang sedang serius membaca sebuah buku yang entah apa judulnya, di perhatikannya perempuan itu dengan seksama, dia mengingat-ingat sesuatu, seperti sudah familiar sekali dengan perempuan yang ada di sampingnya itu, dan kemudian dia memberanikan diri untuk menyapa perempuan yang sedang serius membaca itu, "maaf mbak, sepertinya kita pernah ketemu ya?" si perempuan kaget karena tiba-tiba ada suara laki-laki yang menyapanya, di lihatnya ke samping ternyata ada seorang laki-laki berkacamata di sampingnya, di perhatikan dengan saksama wajah laki-laki itu, sambil tersenyum si perempuan berkata "sepertinya begitu mas, soalnya muka nya ga' asing, kayak sering ketemu". 

"kamu anak kampus U (meneyebutkan salah satu kampus di kotanya) bukan?" laki-laki bertanya
"iya, kamu juga ya?, berarti kita satu kampus donk?"
"iya, kamu anak apa? aku Informatika"
"Aku Manajemen"
.....
.....

Dan inilah pertemuan tak di sengaja mereka yang ke lima, dan ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang mereka.

 ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Isti sedang memandangi hujan yang turun dari balik jendela kamarnya, hujan yang turun sejak tadi pagi, Rio suaminya memperhatikan tingkah istrinya tersebut dari balik kaca mata minus yang di pakainya, Rio  berjalan mendekati isti yang sedang berdiri bersandar di jendela kamar, "ada apa dinda? adakah yang mengganggu pikiranmu saat ini?" isti memalingkan wajah kepada suaminya sambil tersenyum " ga ada mas, cuma sedang mengenang masa lalu" Rio  ikut tersenyum "masa lalu yang mana? tentang aku ya? sambil menjawil hidung istrinya yang mancung.

"Tau ga' mas, hari ini hari apa?"
"hari minggu" rio menjawab dengan sedikit kebingungan "kenapa memang nya?"
Isti kembali tersenyum, "hari ini itu, hari pernikahan kita mas, 20 tahun yang lalu, di tanggal dan bulan ini kita menikah, ga inget ya mas?" sambil pura2 manyun.
"inget sayang, mas ga' lupa kok" sambil mengeluarkan setangkai mawar dan sebuah kodak yang di bungkus kertas kado
Isti tersenyum riang dan segera memeluk suaminya, "terima kasih mas, untuk kado dan 20 tahun kebersamaan kita", "iya dinda, terima kasih juga, karna kamu telah menjadi bidadari dalam kehidupan mas", "boleh di buka mas kadonya?", "boleh, buka aja "isti penasaran dengan kado yang di berikan suaminya, dan ternyata isi dari kado tersebut adalah replika sebuah halte pemberhentian bus, "mengenang 20 tahun yang lalu" ucap isti pada suaminya, " iya, mengenang 5 pertemuan tak sengaja 20 tahun yang lalu" sambil memeluk istrinya dari belakang dan mereka berdua memandang keluar jendela, menikmati hujan yang turun dari langit.

Tuesday, 13 November 2012

Mimpi

Mimpi??
Setiap orang dalam tidurnya pasti bermimpi,
entah itu bisa di ingat-ingat lagi setelah bangun atau tidak,
mimpi itu si kata orang bunga tidur, tapi bisa juga ungkapan hati sepertinya,
atau bisa juga jadi pertanda, kayak Amma misalnya,
setiap mimpi tentang ikan, beberapa hari setelah itu Amma biasanya dapet rejeki (bisa bener, bisa ga' juga si)

Tapi klo saya, setiap tidur malam, pasti mimpinya full, udah kayak sinetron striping yg kayak di tipi2 aja hehe,,,
bahkan ketika tidur instan yang cuma 5 menit di kendaraan umum atau dimana pun, bisa mimpi juga,,
Aneh ya? iya si emank agak aneh hehe...
dan kebiasaan saya ketika bangun dari tidur adalah, mengingat-ingat mimpi saya,

Dan akhir-akhir ini, mimpi saya semakin aneh, karna, setiap orang-orang yang saya temui sebelum tidur, atau orang-orang yang saya pikirkan sebelum tidur, maka akan ada dalam mimpi saya malam itu :D

Ga' ngerti juga si, apa maksud di balik itu semua,, jadi bahan pikiran juga kadang-kadang,
mungkin ada sesuatu kali ya di balik semua mimpi itu, "Sesuatu yg Cetar Membahana" (udah mirip syahrini belum ya?? hahaha)

Di antara 2 pilihan

Terkadang keadaan menuntutmu,
Dan,
Engkau tak mungkin berada dalam dua ruang berbeda,
Terkadang juga engkau ingin bersama sahabat2mu,
Tetapi handai taulanmu menginginkan engkau hadir di sisinya,
Sedang engkau tak dapat merangkul keduanya dalam sebuah kebersamaan,
Adakah mereka mengerti??
Ataukah terasa sesak di satu sisi??
Dan terkadang satu sisi tak menginginkan sisi yang lain,
Sedangkan engkau di tengah-tengah??
Tak semestinya waktu melulu seperti itu,
Engkau mesti berjalan dan jalan tak selamanya satu,,

Oleh : Arjuna wiwaha

Friday, 9 November 2012

Hujan, Batam dan Keunikannya



Sangat menarik bila kita membahas tentang hujan di Batam, Kenapa? karena Batam merupakan Kota yang cukup unik, apalagi jika mengenai cuaca yang satu ini, yaitu hujan.

Setiap orang-orang asli Batam, atau orang-orang yang telah lama tinggal di Batam mungkin sudah mahfum dengan keunikan hujan di Batam ini, kenapa di sebut unik, ya karena di Batam kita tak akan menemui dua musim yang seharusnya ada di daerah / negara tropis, yaitu musim hujan dan musim kemarau, kapanpun bisa jadi musim kemarau dan kapanpun bisa jadi musim penghujan. Hal ini di karenakan Batam yang merupakan sepuah kota kepulauan.

Bahkan yang lebih unik lagi, ketika kamu berada di suatu daerah di Batam yang notabene saat itu sedang hujan lebat, bisa jadi di sudut lain di kota Batam, cuaca sangat panas dengan teriknya, ya, begitulah adanya Batam. Sering juga bisa di jumpai jalanan beraspal yang sebelah kanannya basah karna hujan sementara sebelah kirinya kering seperti tak terjadi apa-apa. 

Itulah mengapa pepatah "Sedia payung sebelum hujan" sangat berguna di Batam, karena kita tak akan pernah bisa hujan akan datang dan reda. Kadang juga perkara hujan ini, bisa menjadi sesuatu yang lucu, ketika kamu pagi-pagi pergi ke tempat kamu beraktifitas baik sekolah, kampus, atau tempat kerja, yang pagi itu sedah hujan lebat di rumahmu, begitu sampai di tempat tujuan dengan basah kuyup, dan ada yang menggunakan jas hujan (buat yang berkendara roda dua),  ternyata di tempat tujuanmu sedang panas terik, dan kamu akan senyum-senyum sendiri di buatnya,  benar-benar sesuatu yang unik.

DAN BEGITULAH BATAM,, ^^

Monday, 5 November 2012

Melupakan,,

Melupakan seseorang - terlebih yang kamu sayang - membutuhkan proses - tidak mudah - dan itu menyakitkan


Ya memang seperti itulah adanya, urusan melupakan ini memang sangat rumit, sangat teramat rumit malah. ketika di minta untuk melupakan seseorang saja itu sudah merupakan sesuatu yang sulit, melupakan seseorang yang pernah ada dalam kehidupan, melupakan seseorang yang pernah mengisi hari-hari, seseorang yang selalu hadir dalam benak dan pikiran, dan terlebih melupakan seseorang yang di sayang, seseorang yang telah hadir di hati, yang akarnya telah tertanam kuat di sanubari, dan harus mencabut akar itu begitu saja bukanlah sesuatu yang mudah karena di butuhkan proses, bisa jadi proses yang panjang bahkan sangat amat panjang, bukan dalam hitungan menit, bukan dalam hitungan jam, bukan dalam hitungan hari, bukan dalam hitungan minggu, dan juga bukan dalam hitungan bulan, tapi dalam hitungan tahun.

Ya memang seperti itulah adanya, butuh bertahun-tahun untuk bisa melupakan seseorang yang pernah hadir di hati, yang rasa sayang nya telah tertancap kuat di sanubari, tidak mudah dan sangat menyakitkan, baik untuk alasan apapun harus melupakan seseorang tersebut, air mata kan menjadi sahabat setia hingga seseorang itu bisa menguap dari ingatan, hingga diri bisa kembali menata hati yang berkeping-keping berserakan, menyatukan kembali puing-puing menjadi seperti bentuknya kembali, walau tak utuh.

Saturday, 3 November 2012

My Birthday

Today is my day, 
today is my birthday
Happy happy Birthday to me,,
hehehe

Ini lg ulang tahun yg sering di nyanyiin wktu jaman SMK dlu, 
klo nyanyi bt tmen tnggal di ganti me jd you :D

Ya, kmren itu bertepatan dngan tgl 2 November 2012 adalah hari milad saya,, jngan tanya yg keberapa ya, karna masih belasan, msih unyu-unyu (ngarep hahaha).

Milad kali ini, menjadi milad paling spesial yg pernah ada, krna dpet surprise dri sahabat-sahabat tersayang dan adek-adek tercinta.

Walaupun udah curiga bakalan dapet surprise (curiga sama kege'eran beda tipis wkwkwkwk) semua nya tetap berkesan, karena mereka bela-belain malam-malam nungguin saya yg lg UTS, bela-belain dtng kerumah, bawa-bawa tumpeng, nyembunyiin motor (bener2 ga keliatan motor se banyak itu :D )

Sempet shock karna ga nyangka bakalan serame itu, sempet terharu juga, sempet berkaca-kaca nie mata hehehe...

Selain surprise milad, juga sekalian peresmian panggilan nama saya menjadi Nanda, xixixixi.....
Knpa Nanda?? karena, klo udah ngumpul bareng sahabat-sahabat, maka akan ada 3 Nama Dian, mkanya, slah satu sahabat berinisiatif mengganti panggilan nama saya, biar diannya ga' kebanyakan,, hehehehe...

Selain tumpeng, sya juga dapet cup cake dri adek-adek tercinta,,
kata-kata di cup cake nya

HAPPY BIRTHDAY AYANG, WE LUV YOU

Co Cwet banget kan,,,

SAYANG sama mereka Semua,,

Sekali lagi makasi banget-banget buat semuanya,,

LUV U ALL...

Nb: Foto menyusul 



Tuesday, 30 October 2012

5 Angels ^^


Perjalanan 5 Angels, ke Pantai Melayu, Barelang, waktu Libur Lebaran Idul Adha kemaren.

Monday, 22 October 2012

My Book


Setelah kemarin bongkar-bongkar isi lemari, ternyata buku-buku saya lumayan banyak juga, dan ada beberapa yang belum di baca sampai tuntas, PR nih hehe..

Sepertinya keinginan buat punya perpustakaan mini, bisa terwujud nih ^^


Buku
  1. Agar Bidadari Cemburu Padamu => Salim A. Fillah
  2. Bahagianya Merayakan Cinta  => Salim A. Fillah
  3. Dalam Dekapan Ukhuwah  => Salim A. Fillah
  4. Melukis Pelangi => Oki Setiana Dewi
  5. Sejuta Pelangi => Oki Setiana Dewi
  6. Sakinah Bersamamu => Asma Nadia
  7. Inspiring Word "Rahasia di balik Shalat" => Tatang Hidayat & Anjar Ramadhana
  8. Kun Fayakun => Ust. Yusuf Mansur
  9. Menguak Misteri Alam Kubur => M. Husain Yaqub
  10. Doa-doa yang menjawab Impian => A. Muaz
  11. Wanita Bertanya Islam menjawab => Ust. Labib MZ
  12. Bagaimana Menjaga Hati => Abdul Malik Al-Qasim
  13. Tetap Happy saat Menstruasi => Deasylawati Prasetyaningtyas
  14. Sifat Sholat Nabi SAW => Syaikh Muhammad Bin Shalih Usmani & Syaikh Abdul Aziz Bin Baz
  15. Fatimah Sang Putri Nabi =>  Ibnu Mustofa
  16. Pemilik kebesaran di balik kesederhanaan Sa'id Bin Amir => Khalid Muh. Khalid
Majalah
  1. Majalah Akhwat "Jerat-jerat Cinta"
  2. Majalah Akhwat "Kiprah Muslimah Membangun Umat"
  3. Majalah Elfata " Gila Belanja"
  4. Hidayah edisi Desember 2005
  5. Hidayah edisi Maret 2009
  6. Hidayah edisi Januari 2010
  7. Sabili edisi 15 2009
  8. Sabili edisi 16 2009
  9. Sabili edisi 24 2009
Novel
  1. Bumi Cinta => Habiburrahman El-Shirazy
  2. Rembulan Tenggelam di Wajahmu => Tere Liye
  3. Negeri Para Bedebah => Tere Liye
  4. Bidadari-bidadari Surga => Tere Liye
Kumpulan Cerpen
  1. Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali => Helvy Tiana Rosa
  2. Maryam Mah Kapok => Asma Nadia dkk




Friday, 19 October 2012

Milad Bang Ori,,

Hari ini tgl 19 October bang Ori milad yg ke 25 tahun,
surprise tengah malam nya kurang oke, tp masih tetap berkesan hehe..

Di datangin kerumah jam 12 malam, dan sempet di gonggongin anjing karena di kira maling mungkin hehe.
Saya, Tia, Mbak Reny, Latif, bang Zakir, Diansyah, Jimmi, &  Mas Catur, Yani dan Bang Rical (sudah di rumah bang ori) berhasil membuat bang ori terbengong-bengong hehe, dan kami sempet di kira security yg lagi keliling, :D
mana ada coba Security cakep gini hehe...

Cukup berkesan buat bang ori karena, katanya seumur-umur belum pernah ada yg ngerayain kayak gitu, tengah malam pula hehe..
Walaupun sampe sekarang saya  masih tekantuk-kantuk, yang penting bang ori seneng hehe,,

Met milad buat bang Ori yg baik hati dan tidak sombong,, hehe
Semoga Sisa umur berkah,,
dan harapan yang paling utama dari adek mu yang cantik ini, :D
Semoga cepet Nikah,,
Aamiin,,,


Wednesday, 17 October 2012

Ternyata

Ternyata, bilangan tahun tak menjamin bahwa kamu telah mengenal seseorang dengan baik. Bahkan dengan embel-embel sahabat sekalipun.

Mungkin itu yang di sebut serahasianya rahasia, ada bagian tertentu tentang diri yang tak ingin orang lain tahu.  Mungkin itu juga ada pada dirimu sendiri, ada sisi kelam yang tak ingin orang lain tau tentang dirimu, ada bagian yang hanya dirimu simpan untuk mu sendiri.

Dan ternyata hidup ini bukan hanya Hitam & Putih, ada bagian lain yang entah apa namanya, dimana keberadaannya ada di antara keduanya.

Kadang itu menjadi cerminan diri, yang kamu lihat padanya adalah cerminan dirimu sendiri, persis sama tanpa kurang satu apapun, selayaknya cermin yang sebenarnya.

Tapi walau bagaimanapun, ini semua tetap menyakitkan, dan entah kenapa kamu tidak bisa menerima ini semua, mungkin lebih baik diam dan memendam semuanya, tapi itu semua tak menyelesaikan sama sekali. Biarlah in menjadi salah satu pelajaran hidup buat dirimu sendiri, bahwa tak selamanya yang kamu anggap benar adalah benar. 


Friday, 5 October 2012

Thursday, 4 October 2012

Hunting sunset & Kebersamaaan yang indah ^^

Sudah dari beberapa bulan yang lalu, pengen banget hunting sunset, melihat matahari kembali ke peraduannya sembari menikmati jingga yang indah di langit. Sebenarnya sudah dua kali di janjikan oleh dua orang terdekat, tapi belum kesampaian, jadilah, hari itu sms sahabat2 terdekat, ngajak hari minggu sore untuk hunting sunset, sampe salah ketik sms, sunset ketulis unset, sebagian balik sms dan nanya, unset apaan yan hehehe,,, maklum lah, ketik sms biasanya ga' pke di baca lagi :D

Semua sahabat udah sepakat kalau hari minggu sore jam 4 akan berangkat dari rumah ke KTM Resort (salah satu resort yang ada di pinggir pantai di Batam). Setelah hari minggu tiba dan sudah menunjukkan jam 4 sore, yang ngumpul baru 3 orang, 3 temen bakalan nyusul karena baru pulang kerja, dan waktu itu tinggal nunggu 3 temen lagi, jam 4 lewat, segerombolan motor datang, ternyata sahabat-sahabat yang lain juga ikutan, sebelumnya tak nyangka kalau yang bakalan ikut se rame itu, tapi seneng juga :).

Sebenarnya waktu itu mendung, dan tempat yang akan kami tuju sepertinya sudah turun hujan,
kami berkumpul di rumah bang zakir, untuk menunggu beberapa teman yang lain, sebenernya gerimis, tapi kami cuek aja, dan akan tetap melanjutkan perjalanan, planing nya lewat Marina, karena klo lewat Temiang, sepertinya akan kena hujan, walaupun jalannya jadi sedikit muter dan jauh, kami tetap jalan, dan waktu itu ada kurang lebih 9 motor. 

Sesampainya di depan KTM ternyata ada 4 orang temen yang ketinggalan, jadi kami nunggu semua komplit dulu, salah seorang teman melobi sekuriti KTM, untuk izin masuk, ternyata kami tak bisa masuk saudara-saudara, jam kunjung di KTM dari jam 9 pagi sampai jam 3 Sore, dan waktu itu sudah menunjukan jam 5 sore.



Padahal, sekilas sunsetnya disana keliatan jelas, terpaksalah kami pindah ke lapak sebelah, pantai yang ada di samping KTM yaitu Tanjung Pinggir. Sampai disana, ternyata rame banget, sepertinya ada salah satu paguyuban yang membuata acara disana, dan sampe ada Dangdutan segala hehe..



Sampe di pantainya liat pemandangan nya kurang oke, sunsetnya juga tak indah seperti yang di bayangkan :(
Tapi walaupun sunsetnya tak indah, kami menemukan keindahan yang lain, yaitu kebersamaan dengan sahabat-sahabat tercinta hehehe...

Jadilah kami bernarsis-narsis ria disana,,,
Inilah bukti kenarsisan kami disana,, xixixixi,,,

aCa'kaDut Team

Saya Pahlawan bertopeng :D

Owh ya, setelah solat magrib berjamaah, kami melanjutkan dengan berkumpul di rumah salah satu teman, yaitu mas catur, kami makan bakso dan ngerujak bareng, rujaknya sampe sebaskom gede hehehe,,,

Kasian mas catur, kedatangan tamu yang tak diharapakan, dua puluh lima orang lebih :D
Komen latip (salah seorang teman) : Ini JJS (jalan2 sore) teramai yang pernah terjadi hehehehe,,,,

Wednesday, 26 September 2012

Cinta


Cinta..
Cinta itu Fitrah,
Cinta itu Anugrah,
Cinta datang begitu saja,
Tak di undang,
Tak di nanti,
Dan kadang pergi sesuka hati,


Monday, 17 September 2012

@ Setokok


16 September 2012,
Dapet ajakan jalan2 gratis bareng anak2 Rumah Zakat, kebetulan hari itu ada louncing Relawan pendidikan sekalian Halal Bi Halal, bareng Anak Juara Rumah Zakat.

Karena Gratis, jadi ga' perlu mikir dua kali buat ikutan hehehe,, 
Tempat yang di tuju adalah Pantai setokok, Barelang jembatan 3,
Baru pertama kali kesana, jalan masuk ke dalamnya lumayan juga, naik turun bukit, saya pikir jalannya hanya muat untuk satu jalur mobil, tapi sudah di aspal.

Pantainya tidak terlalu bersih, karena banyak sampah yang bertebaran, tapi air lautnya bagus, enak banget buat yang ingin berenang, karena pasirnya putih dan tak banyak karang, terutama bagi yang mengajak anak-anak berenang,, 









Semua foto di atas bareng Neng Yuni :)

Saturday, 15 September 2012

"Tidak"

Suatu masa akan datang,
Seseorang yang kau tak kuasa menolaknya memasuki hatimu,
Dia datang bersama angin,
Dia datang bersama mimpi,
Dia datang bersama keresahan, dalam kecemasan
Dalam teka-teki dan dalam rindu yang tak tertahan,
kau bahkan tak perlu mengeja kata cinta terlalu rumit,
karena ia sangat sederhana,

Tak perlu ia di eja,
Karena ia memasuki tiap jengkal aliran darah kita,
Seketika terucap tanpa perlu daya upaya,
Dan ketika takdir cinta memilihmu,
Bahkan kau tak punya kosa kata "Tidak" untuk menolaknya,

Friday, 14 September 2012

Memori Daun Pisang

Makan nyaris tengah malam,  bareng-bareng dalam satu wadah yang sama yaitu daun pisang, dengan nasi yang masih hangat, ayam dan ikan yang baru turun dari panggangan dan juga sambel yang maknyos banget, begitu menyenangkan dan jarang terjadi hehe,,


 Acara dadakan, tapi berhasil mengumpulkan 30 orang, *keren




 Siap di santap ^^






Berebut sisa ikan yg nempel di panggangan sama mbak Reny :D