Tuesday, 20 March 2012

Diam lebih baik

Berawal dari seorang teman yang yang tidak bisa mengendalikan laju mulutnya sendiri. Ingat pepatah jaman SD dulu, "Mulut mu harimau mu, yang akan menerkam mu". Ketika mulut tidak bisa dijaga suatu saat kata-kata yang di keluarkan akan kembali menyerang dirinya sendiri.

Ketika kita mengeluarkan kata-kata, apalagi yang menyangkut dengan orang lain, ada baiknya kita memilah kata-kata yang akan diucapkan. Kadang kata-kata itu seperti sembilu yang mengiris hati, dan apabila hati sudah tersakiti maka akan sulit untuk disembuhkan. Walaupun kadang yang bersangkutan sudah memaafkan, tapi bekas luka dihatinya tak akan pernah hilang. Ibarat paku yang ditancapkan di dinding, walaupun paku tersebut di cabut, tetap saja akan meninggalkan bekas.

Terkadang kita mengucapkan sesuatu dengan niat bercanda, menurut ukuran kita, tapi belum tentu diterima dengan candaan juga oleh orang yang bersangkutan tersebut. Terutama yang menyangkut perkara fisik, karna yang bersangkutan memiliki kekurangan dan kita menjadikan kekurangan tersebut sebagai bahan becandaan. Saya rasa ketika dia yang berkata tersebut diperlakukan sama seperti itu dia juga tidak akan terima, walaupun yang tersakiti itu diam, tapi di dalam hati yang bersangkutan tersebut merasa sakit dan membuat sebuah kesimpulan bahwa yang berkata tersebut bukanlah orang yang baik.

Bahkan Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka
hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam". Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim. 

Semoga saja kita termasuk orang-orang yang bisa menjaga setiap perkataan yang keluar dari mulut kita.


No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik, selalu meninggalkan jejak ^^