Wednesday, 26 September 2012

Cinta


Cinta..
Cinta itu Fitrah,
Cinta itu Anugrah,
Cinta datang begitu saja,
Tak di undang,
Tak di nanti,
Dan kadang pergi sesuka hati,


Monday, 17 September 2012

@ Setokok


16 September 2012,
Dapet ajakan jalan2 gratis bareng anak2 Rumah Zakat, kebetulan hari itu ada louncing Relawan pendidikan sekalian Halal Bi Halal, bareng Anak Juara Rumah Zakat.

Karena Gratis, jadi ga' perlu mikir dua kali buat ikutan hehehe,, 
Tempat yang di tuju adalah Pantai setokok, Barelang jembatan 3,
Baru pertama kali kesana, jalan masuk ke dalamnya lumayan juga, naik turun bukit, saya pikir jalannya hanya muat untuk satu jalur mobil, tapi sudah di aspal.

Pantainya tidak terlalu bersih, karena banyak sampah yang bertebaran, tapi air lautnya bagus, enak banget buat yang ingin berenang, karena pasirnya putih dan tak banyak karang, terutama bagi yang mengajak anak-anak berenang,, 









Semua foto di atas bareng Neng Yuni :)

Saturday, 15 September 2012

"Tidak"

Suatu masa akan datang,
Seseorang yang kau tak kuasa menolaknya memasuki hatimu,
Dia datang bersama angin,
Dia datang bersama mimpi,
Dia datang bersama keresahan, dalam kecemasan
Dalam teka-teki dan dalam rindu yang tak tertahan,
kau bahkan tak perlu mengeja kata cinta terlalu rumit,
karena ia sangat sederhana,

Tak perlu ia di eja,
Karena ia memasuki tiap jengkal aliran darah kita,
Seketika terucap tanpa perlu daya upaya,
Dan ketika takdir cinta memilihmu,
Bahkan kau tak punya kosa kata "Tidak" untuk menolaknya,

Friday, 14 September 2012

Memori Daun Pisang

Makan nyaris tengah malam,  bareng-bareng dalam satu wadah yang sama yaitu daun pisang, dengan nasi yang masih hangat, ayam dan ikan yang baru turun dari panggangan dan juga sambel yang maknyos banget, begitu menyenangkan dan jarang terjadi hehe,,


 Acara dadakan, tapi berhasil mengumpulkan 30 orang, *keren




 Siap di santap ^^






Berebut sisa ikan yg nempel di panggangan sama mbak Reny :D


Thursday, 13 September 2012

Tere Liye Qoutes

“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”
Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

 
“bahwa hidup harus menerima..penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti..pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami..pemahaman yang tulus.”
Tere Liye
 
  
“Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa.”
Tere Liye, Bidadari Bidadari Surga 

“Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.”
Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin 

 “Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin 

“Begitulah kehidupan, Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.”
Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu 

“Begitulah kehidupan, Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.”
Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu 

“Terkadang kesedihan memerlukan kesendirian, meskipun seringkali kesendirian mengundang kesedihan tak tertahankan.”
Tere Liye, Kisah Sang Penandai 

“Tapi apalagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tidak disengaja ?”
Tere Liye, Kisah Sang Penandai 

“Dengan kesederhanaan hidup bukan berati tidak ada kebahagian, kebahagian ada pada seberapa besar keberartian hidup kita untuk hidup orang lain dan sekitar, yap seberapa besar kita menginspirasi mereka. Kebahagian ada pada hati yang bersih, lapang dan bersyukur dalam setiap penerimaan...:)”
Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong 

“Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, meggetarkan jantung. Hanya orang - orang yang beruntung yang bisa melihat cahaya itu, apalagi berkesempatan bisa merasakannya.”
Tere Liye, Berjuta Rasanya 

“Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan.”
Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah 

Sumber http://www.goodreads.com/author/quotes/838768.Tere_Liye