Thursday, 22 November 2012

5 Pertemuan tak di sengaja

Seorang perempuan berkacamata, mengenakan jilbab pink dan  baju kotak-kotak serta rok merah marun dan menenteng sebuah plastik pink yang entah apa isinya, terlihat jalan menunduk menuju perpustakaan. Tujuannya adalah mengembalikan sebuah buku yang sudah seminggu di pinjamnya, berjalan di koridor kampus yang menuju perpustakaan dan parkiran, tiba-tiba ketika perempuan itu mengangkat wajah, dia  kaget, karna hampis saja menabrak seorang laki-laki yang berjalan berlawanan arah, ternyata laki-laki itu juga berjalan dengan menunduk. laki-laki itu berambut ikal dan berkacamata, memakai jaket hitam dan tas ransel di punggungnya, meraka sempet bertatapan beberapa detik dan  langsung saja si perempuan menghindar ke kanan dan melanjutkan jalannya. dan itulah pertemuan pertama mereka.

Hari berikutnya, ketika si perempuan menyelesaikan  kuliah kelas terakhirnya hari itu, si perempuan segera bergegas menuju mesjid kampus untuk melakukan sholat isya, karna saat itu telah menunjukkan jam 21.45 WIB, si perempuan masuk ke dalam mesjid untuk meletakkan tas, kemudian menuju toilet untuk berwudhu, di depan pintu mesjid, dia berpapasan lagi dengan seorang laki-laki berkacamata yang akan memasuki mesjid, dan mereka bertatapan beberapa detik, dan si perempuan segera berlalu untuk wudhu, begitu juga dengan si laki-laki, dia segera masuk ke dalam mesjid. Dan ini pertemuan ke dua mereka.

Selesai sholat dan ketika berjalan menuju pintu mesjid, si perempuan tanpa sengaja melihat ke beberapa orang laki-laki yang sedang bercengkrama di dekat pintu mesjid, dan tatapannya kembali beradu dengan seorang laki-laki berkaca mata, dan mereka bertatap beberapa detik, dan si perempuan kemudian berlalu, ini pertemuan ketiga mereka.

Saat si laki-laki terburu-buru menuju lift kampus, karena dia sudah sangat terlambat untuk masuk kelas, tanpa sengaja dia menabrak seorang perempuan berkaca mata yang mengenakan jilbab hitam. Buku-buku yang di bawa perempuan itu berserakan di lantai, segera mereka berdua menunduk untuk mengambil buku-buku tersebut, sambil menyerahkan buku yang di ambilnya si laki-laki berkata, "Maaf, saya tidak sengaja, soalnya buru-buru, maaf banget ya?" sambil menunjukkan ekspresi bersalah, si perempuan tersenyum " iya ga' apa-apa kok" menerima buku dari si laki-laki dan segera berlalu. Ini bertemuan ke empat mereka dan ini percakapan pertama mereka.

Sore itu hujan begitu lebat, perempuan berbaju hijau dan jilbab yang senada sedang duduk di halte pemberhentian bus, menunggu hujan reda dan juga menunggu angkutan umum yang akan membawanya ke kampus untuk kuliah kelas malam. sudah hampir sejam dia menunngu, tapi hujan tak kunjung reda.

Seorang laki-laki yang kehujanan sedang berlari menuju halte, laki-laki berkaca mata dan berjaket hitam itu, pakaiannya agak sedikit basah karena hujan, dia duduk di samping perempuan berbaju hijau yang sedang serius membaca sebuah buku yang entah apa judulnya, di perhatikannya perempuan itu dengan seksama, dia mengingat-ingat sesuatu, seperti sudah familiar sekali dengan perempuan yang ada di sampingnya itu, dan kemudian dia memberanikan diri untuk menyapa perempuan yang sedang serius membaca itu, "maaf mbak, sepertinya kita pernah ketemu ya?" si perempuan kaget karena tiba-tiba ada suara laki-laki yang menyapanya, di lihatnya ke samping ternyata ada seorang laki-laki berkacamata di sampingnya, di perhatikan dengan saksama wajah laki-laki itu, sambil tersenyum si perempuan berkata "sepertinya begitu mas, soalnya muka nya ga' asing, kayak sering ketemu". 

"kamu anak kampus U (meneyebutkan salah satu kampus di kotanya) bukan?" laki-laki bertanya
"iya, kamu juga ya?, berarti kita satu kampus donk?"
"iya, kamu anak apa? aku Informatika"
"Aku Manajemen"
.....
.....

Dan inilah pertemuan tak di sengaja mereka yang ke lima, dan ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang mereka.

 ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Isti sedang memandangi hujan yang turun dari balik jendela kamarnya, hujan yang turun sejak tadi pagi, Rio suaminya memperhatikan tingkah istrinya tersebut dari balik kaca mata minus yang di pakainya, Rio  berjalan mendekati isti yang sedang berdiri bersandar di jendela kamar, "ada apa dinda? adakah yang mengganggu pikiranmu saat ini?" isti memalingkan wajah kepada suaminya sambil tersenyum " ga ada mas, cuma sedang mengenang masa lalu" Rio  ikut tersenyum "masa lalu yang mana? tentang aku ya? sambil menjawil hidung istrinya yang mancung.

"Tau ga' mas, hari ini hari apa?"
"hari minggu" rio menjawab dengan sedikit kebingungan "kenapa memang nya?"
Isti kembali tersenyum, "hari ini itu, hari pernikahan kita mas, 20 tahun yang lalu, di tanggal dan bulan ini kita menikah, ga inget ya mas?" sambil pura2 manyun.
"inget sayang, mas ga' lupa kok" sambil mengeluarkan setangkai mawar dan sebuah kodak yang di bungkus kertas kado
Isti tersenyum riang dan segera memeluk suaminya, "terima kasih mas, untuk kado dan 20 tahun kebersamaan kita", "iya dinda, terima kasih juga, karna kamu telah menjadi bidadari dalam kehidupan mas", "boleh di buka mas kadonya?", "boleh, buka aja "isti penasaran dengan kado yang di berikan suaminya, dan ternyata isi dari kado tersebut adalah replika sebuah halte pemberhentian bus, "mengenang 20 tahun yang lalu" ucap isti pada suaminya, " iya, mengenang 5 pertemuan tak sengaja 20 tahun yang lalu" sambil memeluk istrinya dari belakang dan mereka berdua memandang keluar jendela, menikmati hujan yang turun dari langit.

2 comments:

  1. Waaah ada blognya juga,,
    mampir atuh ke blog abang juga dian ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah sering bang, follow mlah hehe,,,
      mkasi bang udh mampir di blog yg tak seberapa ini hehe

      Delete

Pembaca yang baik, selalu meninggalkan jejak ^^