Tuesday, 26 March 2013

Mesjid Jabal Arafah - Batam

Alhamdulillah, akhirnya bisa juga menjejakkan kaki di Mesjid Jabal Arafah, Mesjid yang di gadang-gadangkan akan menjadi salah satu Mesjid mewah di Kota Batam. Mesjid ini di resmikan sebelum puasa tahun lalu, dan sampai sekarang masih dalam tahap pembangunan. Walaupun masih dalam pengerjaan, Mesjid ini memang sudah terlihat kemewahannya.

Dinding Kiblat dan Plafon Mesjid

Interior di dalam Mesjid

Plafon Mesjid Bertuliskan  Lafadz Allah

Salah satu Tiang yang di tempeli Rancangan Mesjid

Interior di dalam Mesjid

Interior di dalam Mesjid


Kabarnya mesjid ini menelan biaya 25 M untuk pembangunannya, selain tempat sholat, mesjid ini juga akan menyediakan Auditorium dan perpustakaan. Dan mesjid ini di rencanakan akan di bangun menjadi 4 Tingkat. Mesjid ini terletak di kawasan Nagoya, di belakang Bank Mandiri dan tidak jauh dari Nagoya Hill.






Friday, 22 March 2013

Sahabat Jadi Cinta

Bangun tidur mataku merah dan sembab, di tambah lingkaran hitam yang menggantung. Semalaman aku tak bisa memicingkan mata sedikitpun, dan pagi ini aku jadi lemas sekali dan tak bersemangat. Selain karena tak bisa memicingkan mata, semalaman aku juga menangis, menangis seperti anak kecil, di hadapan Rabb ku. Aku bingung dan tak tau apa yang harus aku perbuat, aku tak bisa memutuskan sendiri perkara ini.

Setelah curhat semalaman dengan Sang Maha Pendengar, Ada sedikit kelegaan di hatiku, tapi saat ini aku sangat memerlukan seseorang yang bisa memberikan saran dan pendapat. Segera aku cari HP yang tergeletak di atas kasur, di phonebook langsung ku cari nama Putri, sahabat karib ku semenjak SMP. Terdengar nada sambung di balik HPku, 

"Assalamualaikum.."

"Wa'alaikumusalam, apa kabar Nis, tumben banget pagi-pagi nelfon?" jawaban dari seberang

"Alhamdulillah sehat Put, kamu apa kabar? 

"Alhamdulillah Aku dan keluarga juga sehat, ada angin apa nih?"

"Put, aku pengen ketemu, penting, sekarang juga, izin sama suamimu sekarang, kita ketemuan di tempat biasa" klik, langsung ku matikan sambungan telepon, segera kuraih tas dan kunci mobil.

***
Setelah memarkirkan mobil, segera aku berlari ke dalam restoran yang sudah jadi tempat tongkrongan kami beberapa tahun terakhir ini, para pelayan dan karyawan restoran sudah hafal banget dengan wajahku dan temen-temen yang lain, karna kami pelanggan setia yang selalu merusuh dan membuat gaduh. Aku sudah yakin Putri sudah sampai dari tadi, karena memang jarak rumah nya yang tak terlalu jauh dari restoran ini.

Begitu melihatku berjalan ke arahnya, putri kelihatan bingung dan mengernyitkan kening, segera setelah salaman dan cipika-cipiki putri langsung memberondongku dengan pertanyaa. "Kamu kenapa si Nis? tampang kamu kacau banget? ada apa sih? kamu nggak lagi kambuhkan? liat tu penampilan kamu parah banget, kayak manusia yang baru keluar dari gua setelah bertapa ribuan tahun".

Wednesday, 20 March 2013

Dulu & sekarang - Giveaway Bunda Yati

Pertama-tama mau ngucapin Selamat Ulang Tahun Buat Blog nya Bunda Yati yang ke 4, Semoga semakin Mengisnpirasi dan memberikan ilmu untuk banyak orang ya bun :)

Ikut meramaikan Giveawaynya Bunda yati, Ini giveaway yang ke dua, yang temanya ga' jauh beda masih seputaran foto hehe.. #narsis ya saya hehehe..

Ini Foto saya waktu masih kecil banget, kayaknya belum nyampe satu tahun deh. Kalau liat foto ini jadi inget cerita Amma (mama) waktu saya kecil dulu. Amma sering bilang dari ke 4 anaknya, sayalah yang ketika kecil paling tidak dapat perhatian yang berlebih alias yang paling di telantarin karena kesibukan kedua orang tua saya bekerja siang dan malam. Tapi walaupun begitu Alhamdulillah masih segar bugar sampai segede' ini hehehe...


Ini foto terbaru, di ambil waktu makan Siang bareng temen kerja di salah satu Restoran di Batam, berharap datang kesini biar bisa makan makanan yang pedes-pedes eh ternyata salah pilih menu makanan, malah dapet yang manis banget. :D

Buat Bunda, Salam kenal dari Batam, Salut banget deh sama bunda, bunda emank luar biasa banget, di umur bunda yang tak muda lagi, bunda masih aktif ngeblog dan juga online. Dan waktu baca postingan ini, entah kenapa saya jadi terharu dan berkaca-kaca (lebih tepatnya nangis sih bun hehe).

Pengen banget deh ketemu and di peluk Bunda. Tetep mengispirasi ya bun
Peluk cium dari jauh :)
Foto dan tulisan diikut-sertakan pada GiveAway - Pertamaku untuk Ultah Blog MISCELLANEOUS

Tuesday, 19 March 2013

Promo Rendang Telur

PROMO
Maaf kalau postingan kali ini berbau Jualan hehe..

RENDANG TELUR ASLI PAYAKUMBUH
ENAK, GURIH & RENYAH
Cocok untuk Cemilan dan juga Temen makan nasi

Tersedia : 
* Ukuran Kecil 150 Gram = Rp. 12.000,-
* Ukuran Sedang 200 Gram = Rp. 17.000,-

Fast Response : Dian 0819 9081 6838



Monday, 18 March 2013

Menunggu

Menunggu,,
Entah sampai kapan,
Bukankah kau pernah berkata,
"Aku Benci Menunggu"
Tapi keadaan memaksamu begitu,
Keadaan yang tak pernah kau tau ujungnya,
Yang tak pernah kau tau akhirnya,
Kau berdiam diri dalam sepi,
Sendiri

Friday, 15 March 2013

Foto Jadul

Setiap moment itu punya kisahnya sendiri-sendiri, yang sesuatu saat kan jadi sesuatu yang patut untuk di kenang. Dan moment bersama keluarga kan jadi salah satu momen yang paling berharga. Bersama mereka kita tumbuh dan berkembang, dan menjadi seperti sekarang. Dan Orang tua, merekalah yang membuat kita ada, membuat kita berjalanan dan menapaki setiap jengkal kehidupan, dalam senang maupun susah, dengan senyum maupun airmata, dengan kemudahan maupun kesulitan. Dan jasa mereka berdua tak kan terbalas dan terganti, selamanya. 

Apa & Ama di awal pernikahan
Ganteng n Cantik :)

Kecik

Saya dan Paman

Bareng Sepupu-sepupu


Saya dan Adik-adik

Sekeluarga
 Entah kenapa, dulu ketika kecil kami yang jelas-jelas perempuan, di buat mama punya potongan rambut kayak laki-laki, trus yang anehnya selalu di pakein baju dress kembang-kembang yang cewek banget. Kontras :D

With Apa

Monday, 11 March 2013

Tak Ada Selamanya

Kita yang tak lagi sama
karena memang tak kan ada selamanya
jarak yang membuat kita menjadi asing
dan waktu melengkapinya
#ku rindu kita yang dulu

Saturday, 9 March 2013

Tak utuh

Taukah kamu apa yang menyesakkan itu?
ketika begitu banyak kata-kata berlompatan di benakmu, 
tapi tak bisa kamu rangkai menjadi kalimat utuh
ketika begitu banyak ide yang telah kamu rangkai
tapi tak tertuang menjadi cerita
:(

Thursday, 7 March 2013

Biarkan waktu

Memikirkan itu
membuatku
tergugu
termangu
dan membisu
hmm,
biarkan waktu  yang menjelaskan
tentang semua yang tak bisa ku jelaskan
yang setiap tanya
tak pernah ku tau apa jawabnya

Pagi ini :)

Pagi ini jadi salah satu pagi yang spesial buat saya, walau sederhana, tapi bikin bahagia. Dirumah sekarang ada kakak sepupu, suami dan dua orang anaknya yang lucu-lucu, Aisyah (5 tahun) dan Silvi (2,5 tahun). Mereka berdua cantik dan imut, dan yang bikin gemes itu rambut mereka yang keriting dan ngembang. 

Dialog pagi ini sebelum berangkat kerja
Saya sudah berjalan ke pintu untuk berangkat kerja dan Appa (papa) sudah menunggu di depan.
saya : Ante (tante) pergi dulu ya dada,, Assalamualaikum..
Silvi : dada nte, ante tunggu, cium dulu 

Saya hampiri lagi silvi dengan tersenyum, menciumnya dan menyodorkan tangan untuk di salamin, dan dia pun menyalami saya takzim kemudian saya minta dia untuk Tos, dan dia pun mengarahkan kelima jarinya, kemudian tertawa. 

Kakaknya Aisyah menghampiri dengan malu-malu, kemudian saya berlalu dan berjalan menuju appa. Silvi nyeletuk lagi " Ante kakak belum di cium" :) senyum saya pun terkembang untuk ke dua kalinya, saya hampiri aisyah dan saya cium, dia tersipu-sipu malu. "Ante pergi dulu ya, Dada,, Assalamualaikum.." ucap saya, dan mereka pun tersenyum dan melambaikan tangan.

Hmm, bahagia itu sederhana ^^

Aisyah & Silvi :)

Monday, 4 March 2013

Pulau Sambu yang mempesona

Alhamdulillah kemaren minggu di beri kesempatan untuk menjejakkan kaki di Pulau Sambu untuk yang kedua kalinya. Pertama kali saya kesana, seinget saya si waktu jaman masih unyu-unyu banget hehe, kalo ga salah umur 5 tahunan, waktu itu jalan bareng sama kakak sepupu dan temen-temennya. Perjalan kali ini saya berempat dengan temen kerja saya, ada mbak Novi, Mbak Mon dan kak Wia.

Perjalanan di mulai dari pelabuhan Sekupang, di pelabuhan sekupang itu ada 3 pelabuhan untuk domestik, internasional dan pelabuhan antar pulau-pulau kecil di sekitaran Batam. karna kami akan ke Pulau Sambu jadi Kami turun sebelum pintu gerbang pelabuhan dan belok kiri. Dari kejauhan sudah terlihat, pompong yang menurunkan dan menaikkan penumpang. FYI, pompong itu adalah kapal kayu kecil yang menggunakan mesin bermotor.. 

Kami menuju loket dan membayar Rp 10.000 untuk menyebrang ke Pulau Sambu. Kurang lebih lima belas menit kami terombang ambing di laut untuk sampai di tujuan, dan kali itu ombaknya jadi gede karena banyak kapal ferry yang merapat ke pelabuhan Sekupang. dan ini pengalaman buruk saya naik pompong, selengkapnya bisa baca di disini.

Pulau Sambu adalah pulau kecil yang dijadikan pangkalan atau depot BBM oleh pertamina, sehingga pulau ini hanya di huni oleh pekerja dan karyawan Pertamina. Pulau Sambu ini tidak begitu jauh dari Pulau Belakang Padang dan sangat dekat dengan Negara tetangga yaitu Singapura, mungkin kalau niat mau ke tetangga, bisa berenang kali ya hehehe, begitu nyampe di seberang langsung di tangkap petugas imigrasi :D

Pulau ini Sepi banget, tak terlalu banyak aktivitas penduduk disini, saya hanya melihat beberapa anak kecil yang sedang bermain layangan di lapangan mesjid, beberapa motor yang lalu lalang dan juga beberapa pekerja Pertamina. 

Berada di pulau ini berasa pulau pribadi, sepi banget, apalagi ketika kami menjejak di pantainya, sepi, bersih, pasirnya putih, pohon-pohon kelapa yang berjejer rapi, dan nyiur angin pantai yang membelai-belai. Dan saya jatuh cinta dengan pulau ini, sungguh mempesona. Dan juga dari pantai, terlihat jelas gedung-gedung tinggi di seberang yang tertata rapi, dan terlihat jelas juga si gedung kembar 3 Marina Bay. 

Owh ya di sepanjang pantai terdapat banyak villa-villa kosong yang di tinggalkan penghuninya, saya rasa itu adalah villa karyawan Pertamina dulu ketika masa jayamya. Ada juga beberapa villa yang di tempati, terlihat dari bentuk luarnya yang terawat. Ternyata jika ingin menginap disini, disediakan wisma untuk bermalam, dan menurut saya tidak terlalu mahal, Rp. 125.000/kamar dan bisa di isi 2-3 orang. 

Suatu saat saya akan kembali lagi ke pulau ini dan akan berlama-lama disini, tapi maunya ga naik pompong lagi, haha.... bisa ga ya?? tunggu saya jadi Wali Kota Batam dulu deh, nanti saya bangun jembatan yang menghubungkan Batam - Pulau Sambu - Pulau Belakang Padang #ngimpiketinggian

Owh ya di sepanjang jalan banyak terdapat papan-papan peringatan kayak gini..





Pasir Putih di Pulau Sambu

Berjalan menelusuri setiap jengkal

Wisma Utama Pulau Sambu

Mesjid Al Muhajirin Pulau Sambu

Pantai Pulau Sambu

Villa tak berpenghuni

Tetangga Negara dari kejauhan

Ini halte atau apa ya hehe


Dermaga/Pelabuhan Pulau Sambu

With Friend

Singapore

Kantor Syahbandar

Nyiur Pohon kelapa

Lirik-lirik seberang

Debur ombak di ujung Pulau Sambu

Pulau Sambu di lihat dari Pelabuhan Belakang Padang

Narsis ber 3

Taman Depan Mesjid

Pose suka-suka

Melangkahkan kaki

Pompong



Pompong yang Buat Trauma

saya suka pantai
saya suka ombak yang membelai bibir pantai
saya suka laut
saya suka nyiur angin di pinggir pantai
tapi saya tidak suka ombak di tengah lautan
yang mengombang ambing kapal-kapal kecil dilautan

Seumur-umur baru kali ini saya merasakan ketakutan dan kecemasan yang cukup luar biasa ketika menaiki "Pompong". Pompong adalah kapal kayu bermesin yang berukuran minimal 3m yang bisa memuat 5-20 orang (tergantung ukuran).

Karena Batam merupakan sebuah pulau, jadi jika ingin menyebrang ke pulau-pulau lain di sekitaran Batam alat transportasi adalah Pompong, kami menyebutnya begitu, sementara di daerah lain bisa di sebut getek. 

Ketika saya ke Pulau Sambu kemaren, saya terpaksa menggunakan transportasi laut yaitu pompong. Saya menaikinya dari pelabuhan Sekupang menuju Pulau Sambu. Awalnya saya merasa biasa saja, karena sebelumnya memang sudah beberapa kali menaikinya, tapi kali ini memang luar biasa. 

Karena banyak kapal-kapal ferry yang masuk ke pelabuhan Sekupang, sehingga ombak menjadi cukup gede dan membuat pompong yang saya tumpangi menjadi oleng kiri dan kanan, belum lagi cipratan ombak yang memasuki pompong yang membuat saya sedikit basah. Dan mungkin karena saya salah mengambil posisi duduk, waktu itu saya duduk paling depan, sehingga olengnya pompong sangat terasa. Yang saya pikirkan saat itu bagaimana bisa secepatnya segera sampai di tempat tujuan.

Begitu sampai di pelabuhan Pulau Sambu, saya sangat lega, tapi kaki saya masih gemeteran di buatnya, saya berharap tak akan menaiki pompong lagi. Tapi apa boleh buat teman, saya tetap harus menaiki pompong dua kali lagi, untuk menyebrang ke Pulau Belakang Padang dan Juga kembali Ke Batam. 

Dan saya rasa, jika tidak ada keperluan yang mendesak atau penting, saya tak akan naik pompong lagi. Trauma luar biasa, dan sampai sekarang masih berasa oleng kiri kanan,, 
haha Paraaaahhhh...

Ini saya perlihatkan penampakan pompongnya



Bersandar di Pulau Sambu



Ngantri penumpang di Pelabuhan Belakang Padang

Pompong dari kejauhan