Wednesday, 31 December 2014

Resolusi 2015

Akhir tahun ditutup dengan kesalahan fatal, ternyata salah satu bank sebut saja Mandiri hari ini beroperasi hanya setengah hari, jadi seharusnya hari ini gajian ternyata ga jadi, rasanya nyesek banget, memang ini semua kesalahan saya karna tidak mengkonfirmasi ulang ke pihak mandiri (sebelumnya saya telepon ke mandiri katanya 31 buka, tapi nggak bilang kalau setengah hari). Padahal bakalan libur 4 hari tapi gagal gajian, saya nggak masalah sebenernya karena toh malam ini nggak bakalan kemana-mana, tapi saya sangat amat nggak enak hati dengan temen-temen yang lain, bersabar sampe jumat ya mbak2 n mas, semua karena kesalahan saya. Nomu nomu Mianhae :(

Mengingat kembali Resolusi saya di tahun ini, ternyata nggak semuanya kesampean, manusia hanya bisa berencana, Allah SWT yang menentukan segalanya.

1. Pulang kampung

Rencana Awal memang pulang kampung buat ngeliat Amak (nenek) yang lagi sakit, sepulangnya saya dari Bandung di bulan Mei, Ibu (kakak nya Amma) dan Amma memang udah gantian pulang kampung, kondisi amak memang sudah makin menurun, bahkan untuk makan dan minum saja beliau sudah kesulitan, dan terakhir saya dapat kiriman foto dari adik sepupu yang memperlihatkan foto amak yang sedang terbaring di tempat tidur, ya Allah bener-bener nggak tega liatnya, badan amak yang dulu lumayan berisi di foto itu tinggal kulit membalut tulang, tak tega sekali melihatnya, bahkan abang sepupu sewaktu melihat foto tersebut langsung memutuskan untuk segera pulang kampung. 

Beberapa hari setelah itu, kondisi amak makin menurun, sudah banyak karib kerabat yang datang untuk melihat amak, Amma yang waktu itu sedang berada di batam langsung mumutuskan untuk pulkam segera, saya pun tanpa pikir panjang langsung saja memutuskan untuk ikut amma pulang, dan Alhamdulillah ijin cuti dadakan di kantor langsung disetujui, saya bersyukur punya bos yang baik hati banget. 

1 Juni saya dan Amma pulkam, sebelumnya kami mampir ke kota padang untuk menjemput adik saya yang sedang berada di Padang untuk les persiapan masuk PTN, diperjalanan menggunakan travel dari Padang ke Payakumbuh, amma dapat telpon kembali, kondisi amak sudah semakin memburuk, kalau bisa kami segera datang. Saat memasuki Rumah, keluarga sudah berkumpul semua di ruang tengah, amak memang sudah di baringkan di ruang tengah sejak pagi. saya dan Amma langsung menghampiri Amak, beliau sudah tidak dapat membuka mata lagi, tapi sepertinya beliau tau kalau kami datang, beliau hanya meneteskan air mata, sungguh tak dapat digambarkan bagaimana rasanya, melihat seseorang yang dikasihi, terbaring lemah dan dalam keadaan tidak sadar. Semalaman kami sekeluarga menungui Amak, 

Keesokan paginya saya duduk bersama amak di ruang tengah, saya duduk di samping beliau, matanya masih tertutup, saya genggam tangan beliau, kemudian beliau mengguncang2 tangan saya dan air matanya kembali menetes, sepertinya beliau berusaha untuk minta maaf, sewaktu beliau masih sadar, siapa pun yang datang melihat beliau, selalu beliau terlebih dahulu minta maaf. Sedari siang keluarga jauh dan tetangga mulai berdatangan untuk melihat amak dan menunggui beliau d, malamnya perlahan-lahan anggota badan beliau sudah tidak bisa di gerakkan, di mulai dari kaki kanan, kemudian kaki kiri, tangan kanan dan terakhir kaki kiri, Di kamis malam jumat jam 23.40 beliau menghembuskan nafas terakhirnya, Innalillahi wainna ilaihi rojiun, kami sayang amak, tapi Allah lebih sayang amak. Semoga segala amal ibadah amak di terima disisi Allah SWT, dan kami dipertemukan kembali di syurganya kelak. Hiks.. Hiks..

with Amak 2013

2. Jadi peserta Grand Louncing ODOJ dan jalan-jalan ke Bandung

Cerita selengkapnya disini dan disini

Impian yang lainnya masih belum terealisasi, semoga saja bisa terwujud di 2015 Aamiin..


Resolusi untuk tahun 2015 

Entah mengapa, untuk resolusi di 2015 yang terpikirkan untuk saya hanya satu kata yaitu menikah :)

Semoga Allah SWT mempertemukan dengan orang yang tepat disaat yang tepat, yang baik untuk dunia & akhirat dan dipertemukan dengan jalan yang baik, jalan yang Allah SWT ridhoi. Aamiin Ya Robbal Alaamiin

  

Wednesday, 24 December 2014

Ayam Taliwang Senggigi Lombok - Batam

Bentar lagi 2014 segera berakhir dan ternyata postingan di tahun ini jauh banget di banding tahun lalu hiks... faktor G**** kali ya hihihi..

Kali ini postingannya makanan, terkhusus buat pecinta makanan pedas, tempat yang satu ini Recomended banget..
Dijamin setelah makan di sini telinga berasap, mata merem melek dan keringat bercucuran (eh nggak dink ruangannya ber AC) hehehe...

Nama Tempat nya Ayam Taliwang Senggigi Lombok, tenang nggak harus jauh-jauh ke Lombok kok, tempat makan ini letaknya di Nagoya City Walk Batam persis di seberangnya Sunboss. Dari berbagai tempat makan yang mengusung nama Taliwang, tempat makan ini yang paling nendang menurut saya pedesnya, dan juga ngalahin pedesnya Ayam Podomoro yang terkenal itu, dan yang pasti nggak perlu nunggu lama, hidangan sudah tersaji dan siap di santap. 

Tempat makannya juga enak, karena lokasinya di dalam Mal jadi di ruang tertutup gitu deh, tapi tenang ada sofa yang di tempatkan di teras juga kok, jadi buat yang pengen makan sambil di temenin AC alami alias angis cemilir bisa kok. Selain itu harganya juga cukup terjangkau untuk ukuran makanan Mal, nggak terlalu mahal. 

Banyak pilihan makanan yang disajikan, ada ayam, bebek dan ikan, pilihan pedesnya juga beda-beda, ada taliwang biasa, taliwang pedes, taliwang pedes banget dan juga taliwang cabe setan. Awalnya saya kira yang paling pedes itu yang cabe setan, ternyata salah, yang paling pedes itu taliwang pedes banget, begitu sambelnya masuk ke mulut, lidah langsung menjerit, dan telingan langsung berasap, dan saya cuma sanggup makan satu sendok, untuk yang cabe setan bisa di terima mulut, karena sambelnya berkuah gitu, trus agak asin gurih dan enak banget.

Akhir kata: Selamat mencoba :) :) 

Sambal Beberuk


Ayam Taliwang Cabe Setan




Friday, 28 November 2014

Perjalan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid

Untukmu anakku
taukah kamu nak?
perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan ke mesjid
sebab banyak orang kaya tidak sanggup mangerjakannya
jangankan sehari lima waktu bahkan banyak pula yang seminggu sekalipun terlupa
tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana

perjalan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid
karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya
walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa ataupun ke Amerika
mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australi  dan Korea dengan semangat yang membara
namun ke masjid tetap saja perjalan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitle S3

perjalan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid
karena para para pemuda yang kuat dan bertubuh sehat
yang mampu menaklukan puncak gunung Bromo dan Merapi pun
sering mengeluh ketika di ajak ke mesjid
Alasan mereka pun beragam
ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman di cap alim

perjalan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid
maka berbahagialah dirimu wahai anakku
bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke mesjid
karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki
tidak ada perjalan yang paling kami banggakan selain perjalanmu ke mesjid

biar aku beritahu rahasia kepadamu
sejatinya perjalanmu ke mesjid
adalah perjalanan untuk menjumpai Rabb mu
itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabimu
serta perjalan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabb nya

perjalan terjauh dan terberat  itu adalah perjalanan ke mesjid
maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh
demi mengenal Rabb mu


::  Sebuah audio yang masuk ke HP lewat Whatsapp, entah grup yang mana satu yang mengirim audio ini, tapi begitu mendengarnya, saya berpikir dan merenung, sering kali saya melangkahkan kaki ke banyak tempat, tapi seberapa sering saya melangkahkan kaki ke mesjid?

Maaf jika tidak tau sumber tulisan ini, tapi ada baiknya saya menulis ulang sehingga banyak yang membaca dan tersentuh hatinya, dan semoga bisa menjadi pahala bagi yang menulis dan membuat audio ini.

Friday, 14 November 2014

Ketika hujan

Ketika hujan 
Ribuan puisi di ciptakan
Oleh mereka yang sedang memendam kerinduan
Oleh mereka yang mengingat masa silam
Oleh mereka yang merasakan pedih tak tertahankan

Ketika hujan
Doa-doa dilangitkan
Para pendoa kegirangan
Karena harapan-harapan mereka akan dikabulkan

Ketika hujan
Mereka yang sedang sendiri
Merutuki kesepian

::Batam, 13 November 2014 23.45 WIB
Ketika hujan dan petir menyambar-nyambar

Friday, 7 November 2014

Ada Apa Dengan Cinta (2014)

Detik tidak pernah melangkah mundur
tapi kertas putih itu selalu ada
waktu tidak pernah berjalan mundur
dan hari tidak pernah terulang
tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru
untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab

*petikan puisi di mini dramanya AADC 2014

Dulu jaman SMP (2002) heboh banget dengan film dan sinetron ini,
nggak nyangka sekarang bisa nostalgia lagi
walaupun ini iklannya Li*e tapi keren
hahaha...
Selamat bernostalgia :) :)

Monday, 27 October 2014

Senyuman


Tak ada yang lebih mendamaikan selain Senyuman seorang ibu
berharap semoga selalu bisa mengukir senyum di wajah indah ini
LOVE YOU AMMA

Friday, 26 September 2014

Menemukan

Akhirnya menemukan sesuatu yang hilang dari diri, ternyata selama ini terlalu banyak melihat dan sejenak melupakan membaca, hobi yang sebenernya sudah menjadi bagian dari diri.

Seneng akhirnya bisa menemukan diri sendiri, maafkan saya yang beberapa bulan terakhir tersesat dan hilang arah :)

Seneng akhirnya bisa menvisualisasikan kembali kata-kata yang di rangkai oleh seorang penulis

Membaca itu jauh lebih menyenangkan dari pada menonton, walaupun keduanya hobi saya

Selamat menekuni untaian kata-kata kembali Dian :)

Thursday, 25 September 2014

SALSA

Kacewa, Itulah perasaan yang di rasakan Salsabila saat ini, kecewa kepada keputusan orang tuanya. Enam bulan perjuangannya untuk belajar mati-matian agar lulus seleksi untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang, dan betapa bahagianya dia setelah mendengarkan pengumuman bahwa dia lulus seleksi dan mendapatkan beasiswa tersebut. 

Kebahagiaan yang tak terkira yang di rasakannya berubah menjadi kecewa ketika salsabila menceritakan semua itu kepada orang tuanya, orang tua salsabila tidak mengizinkan dia untuk kuliah S2 di Luar negeri walaupun dengan beasiswa sekali pun. Orang tuanya punya alasan yang kuat untuk itu, mereka tidak punya sanak saudara di sana, dan juga salsabila mempunyai penyakit magh kronis sehingga tidak akan memungkinkan untuk salsa tinggal sendiri jauh di negara orang.

Satu minggu salsa mengurung diri di kamarnya, bahkan untuk makan pun harus di antar oleh adiknya ke kamar. Untuk beberapa saat ini dia tak ingin bertemu dengan kedua orang tuanya dan berbicara dengan mereka.

Seminggu mengurung diri di dalam kamar membuat dia memikirkan cara untuk melampiaskan kekecewaannya dengan menggapai keinginannya yang lain. Sejak dulu dia ingin sekali masuk ke salah satu Pesantren yang ada di jawa dan menuntut ilmu disana. Apalagi setelah membaca salah satu novel karya Ahmad Fuadi yang berjudul "Negeri 5 menara" membuat keinginan itu semakin kuat, walaupun sudah berumur 22 tahun, bagi salsa, tak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu, apalagi ilmu agama. 

Ilmu agama adalah ilmu yang sangat penting, karena suatu saat salsa akan menjadi seorang ibu, dan seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Bayangkan akan menjadi anak-anaknya kelak jika ia tak bisa mengajarkan ilmu agama yang baik bagi anak-anaknya kelak. Ia berpikir, untuk merubah suatu negara, kita mulai dengan diri dan keluarga kita sendiri, lahirkan lah generasi yang ber akhlak mulia yang takut akan Tuhannya sehingga generasi penerus negara ini adalah generasi penerus yang baik.

Setelah berpikir dengan matang dan beristikharah, akhirnya salsa memutuskan untuk benar-benar akan menuntut ilmu di pesantren. Semua informasi yang ia inginkan tentang pesantren yang ia akan tuju telah di dapatnya, karena ada salah seorang sepupunya ada yang pernah mengajar di salah satu pesantren di Jawa timur, sehingga mudah bagi salsa untuk bisa di terima di pesantren tersebut.

Dengan ijazah S1 akuntansi yang dimilikinya, salsa juga berharap, nanti setelah di pesantren ia bisa sedikit membantu pesantren tersebut dengan menjadi admin dsb, yang penting bisa membantu dan tidak merepotkan pihak pesantren.  

Tanggal keberangkatannya ke Surabaya telah di tentukan, satu minggu dari sekarang, tapi hingga saat ini, salsa belum memberitahukan perihal ini kepada kedua orang tuanya, jika ia meminta izin kepada orang tuanya, pasti tidak akan di izinkan, sehingga ia berpikir akan memberi tahukan kedua orang tua nya setelah ia berada di pesantren. Ia akan pergi diam-diam agar tidak ada orang yang tau baik itu orang tua, adik-adik, teman bahkan sahabatnya sekali pun, biarlah hanya mas ivan sepupunya yang tau.

Tik

tik,, tik,, tik,,
detik yang terdengar jelas dari jam tangan itu
bersamaan dengan detik-detik yang kian berlalu
aku tau kan tiba masaku
yang aku perlukan hanya sabar menunggu


Kita

jika suatu hari nanti
kita tak lagi bersama
aku tak tau harus bagaimana
pun
jika suatu hari nanti
kita kan terus bersama
aku pun tak tau harus bagaimana

aku tau
apa yang tak kamu beri tau padaku
dan aku tak ingin mendengar
kata-kata itu langsung dari mu

dan entah mengapa
ini jadi begitu menyakitkan bagiku
tak bisakah kita seperti dulu

Pertemuan pertama di pelaminan

Di titik keputusasaanku, jalan terang itu muncul begitu saja. Harapanku yang sempat sampai di titik nadir kini kembali menggebu. Walaupun sebenarnya aku sudah pasrah dengan semua ketentuanNya, tapi dalam relung hati aku masih berharap, berharap dalam setiap doa yang aku panjatkan. Di umurku yang sudah melebihi kepala tiga, aku tak kunjung menikah.

Siang itu, setelah aku menyelesaikan tugasku mengajar di kelas IV B, HPku berbunyi, ada sms yang masuk, segera ku buka dan ternyata sebuah sms dari pulau seberang, dari Wak Mur. "Assalamualaikum nduk, gimana kabarnya? sehat?" segera saja aku balas sms itu " Wa'alaikumusalam.. Alhamdulillah sehat wak, wak apa kabar? lama banget nggak dapat kabar dari wak? kangen hehe" setelah selesai mengetik segera aku kirim sms itu.

Selang beberapa menit hp ku kembali berbunyi, ternyata balasan dari wak mur " Alhamdulillah wak juga kangen, main lah ke Batam, atau perlu wak cariin orang Batam biar bisa tinggal di sini?" aku hanya tersenyum membaca balasan sms dari wak mur, kemudian hpku bunyi kembali ternyata masih sms dari wak mur "ini tawaran serius". dan entah kenapa selesai membaca kata-kata itu hatiku tiba-tiba berdebar kencang tak karuan, aku menghela nafas panjang dan berdoa dalam hati, "Ya Allah, jika ini jalan yang Engkau tunjukan maka permudahlah jalanku".

*****

Dari wak Mur, kini aku tau namanya, walau tak pernah bersitatap, entah kenapa hatiku selalu berdebar lebih kencang begitu mendengar namanya disebut. Namanya ku titipkan pada ibu dan ayah yang akan melaksanakan Umrah besok lusa, aku titipkan namanya untuk ibu dan ayah panjatkan di Tanah suci nanti. Jika memang dia adalah jodohku, aku meminta agar Allah SWT memudahkan jalanku menuju jalan yang di RidhoiNya, jika bukan jodohku, maka jangan biarkan dia mengotori hati dan pikiranku.

Selama Ibu dan Ayah berada di tanah suci selama itu juga aku menjalin komunikasi dengannya, walaupun hanya lewat HP, baik dengan SMS ataupun telepon. Aku juga mencari tau tentang dirinya dari Ibu-ibu Wirid di lingkungan kakakku tinggal. Dulu Aku pernah tinggal di Batam, tak begitu lama, tinggal dirumah kakakku yang bekerja di sana, sehingga aku akrab dengan ibuk-ibuk wirid di tempat tinggalnya.

Sepulangnya orang tuaku dari umrah, aku memantapkan hati untuk menerimanya, menerima nya sebagai calon imamku. Lamaran pun dilakukan via telepon, aku memutuskan untuk menikahinya tanpa bertemu langsung dengannya terlebih dahulu, aku begitu yakin dia akan menjadi imam yang baik bagiku kelak. dan orang tua dan keluarga besarku juga sudah menerimanya. Persiapan pun dilakukan, sebulan lagi pernikahan akan dilakukan di kotaku, dia dan keluarganya akan datang beberapa hari menjelang hari H. Sebenernya dia sudah mengirimkan fotonya melalui smartphone keponakanku, tapi entah mengapa aku hanya ingin melihat wajahnya langsung ketika kami di pelaminan nanti, dan akupun memintanya tidak melihat fotoku. 

*****

Dua hari menjelang hari H, adik-adiknya, tantenya, sahabat karibnya dan beberapa ibu-ibu anggota wirid kakakku datang menyertainya kekotaku. dia tinggal di rumah Abang keduaku, dan kami belum bertatap muka sama sekali. Di hari H, dia duduk di depan Ayahku, aku anak satu-satu yang belum menikah, ini akan menjadi tugas terakhirnya. MC sudah mengucapkan salam dan memulai acara, aku hanya bisa mendengarkan dari dalam kamar, kami memang tidak disandingkan ketika mengucapkan ijab kabul, karena belum muhrim, Jantungku berdebar-debar kencang sekali, tanganku basah karena keringat, berkali-kali aku menyekanya dengan tisu, dalam hati aku berdoa, "Ya, Allah semoga dia adalah imam terbaik yang engkau kirimkan untuk membimbingku untuk semakin mendekatkan diri kepada Mu, Aamiin.." 

"Saya terima nikahnya Raudah binti Abdul malik dengan seperangkat alat sholat dan 5 gram emas di bayar tunai" terdengar tegas dan lancar dia menjawab ijab yang di sampaikan oleh ayahku dan disambut dengan Korr "Saaaaah" dari para tamu yang datang. "Alhamdulillah, aku mengucap syukur yang teramat sangat, akhirnya aku menjadi Istri seseorang, semoga aku bisa menjadi istri yang baik".

Kakaku masuk ke dalam kamar dan menggandengku ke luar untuk menemui suamiku, dan begitu melihat wajahnya aku sempat kaget dan dalam hati aku berkata"bukankah dia laki-laki yang dulu sombong banget waktu kami menjadi Remaja Mesjid, nggak noleh sama sekali ketika disapa? dan ternyata sekarang dia menjadi suamiku, Allah sungguh luar biasa mengatur segala urusan hambaNya" aku tersenyum memandangnya dan diapun membalas dengan senyuman. 

~Selesai~

NB: Terinspirasi dari kisah nyata



Friday, 5 September 2014

Mengingat Mati

Tahun ini untuk kedua kalinya kehilangan orang terdekat
Allah SWT memanggil mereka karena Allah lebih sayang

Melihat mereka di pembaringan
melihat mereka di mandikan
melihat mereka di kafankan

seribu tanya berkecamuk dalam dada
sudah siapkah jika saya di panggil seketika?
bekal apa yang akan saya bawa?
dalam keadaan bagaimana saya bertemu denganNya?

Ya Allah Ya Rabb..
sungguh diri ini banyak dosa
sungguh diri ini bergelimang nista
Ampunilah diri ini yang tak berdaya

Tuesday, 19 August 2014

Batam - Tg. Uban via RORO

10 Agustus lalu seorang sahabat saya melangsungkan pernikahan, karena dia dan suaminya adalah orang Bintan, jadi untuk menghadiri acara pernikahannya saya harus menyeberang ke pulau Bintan. Ada dua alternatif untuk menuju ke Bintan, yang pertama via Tanjung pinang, menggunakan kapal ferry, terakhir saya dengar ongkos tiket PP menggunakan ferry adalah 110k, atau kita bisa menggunakan kapal RORO via Tanjung Uban, selain kapal RORO kita juga bisa menggunakan kapal Speed. 

Jika menggunakan kapal RORO kita bisa membawa kendaraan seperti motor atau mobil, untuk biayanya jika membawa mobil adalah 210k dan 19k untuk masing-masing penumpang, supir tidak di hitung, jika menggunakan sepeda motor 25k per motor, untuk penumpangnya saya kurang tau. Owh ya menurut peraturan hanya kendaraan yang tidak menggunakan dokumen FTZ yang bisa menyebrang ke Bintan, tapi sewaktu kami membeli tiket, ternyata sama sekali tidak ada pemeriksaan dokumen hanya menanyakan BP kendaraan dan jumlah penumpang. 

Untuk menuju Tanjung Uban dari pelabuhan ASDP Punggur membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam, jadwal dari Batam - Tg. Uban adalah jam 08.00, 10.00, 12.00, 14.00, 16.00 dan 18.00 sedangkan dari Tg. Uban - Batam 07.00, 09.00, 11.00, 13.00, 15.00 dan terakhir 17.00. Jadwal ini juga tidak tergantung jumlah kendaraan yang akan menyebrang, karena jika RORO nya sudah penuh maka harus menunggu di jadwal berikutnya. 

Pengalaman buruk saya menggunakan RORO, ketika dari Tg. Uban - Batam, kami sudah sengaja ngebut dari Bintan untuk mengejar RORO terakhir yang jam 17.00, kami tiba jam 17.00 kurang 15 menit, seharusnya kami masih bisa menyebrang, tapi ternyata kendaraan yang antri sudah banyak, dan tidak bisa di tampung oleh RORO lagi, walaupun kita ngotot ataupun kendaraan yang antri yang tidak bisa ikut menyebrang bisa untuk di muat 1 RORO lagi yang sedang parkir, mereka tetap saja hanya melakukan 1 kali jalan untuk 1 jadwal. 

Jika anda pengalami pengalaman buruk seperti saya, sebaiknya anda mengambil alternatif lain yaitu menyebrang menggunakan kapal speed, tiketnya 42k untuk 1 orang, tetapi kita tidak bisa membawa kendaraan, untuk kendaraan menunggu jadwal RORO berikutnya besok pagi. Kata petugasnya sih mereka bisa menyebrangkan kendaraan saja tanpa supir dan penumpang keesokan paginya, kita hanya tinggal menunggu di pelabuhan punggur saja, tapi saya tidak menjamin keamanan kendaraan yang kita titipkan.
Semoga pengalaman buruk saya ketinggalan kapal RORO tidak terjadi kepada anda, karena nyesek banget rasanya ketinggalan RORO hiks..


Friday, 8 August 2014

Mengagumimu

Terkadang aku berpikir
sepertinya yang aku lakukan salah
karna terlalu mengagumimu
padahal sedari dulu 
aku tak pernah mengagumi seperti ini

Dulu aku perpikir
tak ada manusia yang sempurna
yang terlihat sempurna 
karna kita tak pernah tau kekurangannya

Tapi dengan melihat ketidak sempurnaanmu
aku semakin mengagumimu
karena setiap kesalahan yang kamu lakukan
menjadi pelajaran berharga bagiku

Apa aku salah jika terlalu mengagumimu?

*lama nggak nulis, dan beginilah hasilnya, maafkan atas ke Hiatus an ini hehe..
Semoga makin rajin nulis, biar kata-kata yang ada di kepala nggak berlarian kemana-mana :)

Tuesday, 8 July 2014

Pilpres 2014

Beberapa bulan terakhir Indoneia heboh, karna Pemilihan Presiden yang akan berlangsung besok 9 Juli 2014. Saking hebohnya berita Pilpres  di TV, pak Presiden tercinta (???) kita aja jadi jarang nongol, berita Palestina yang di bombardir oleh Yahudi Laknatullah juga nggak ada muncul. Bukan hanya di TV, di berbagai media pun seperti koran, dan media sosial semuanya membahas tentang Pilpres, dan bahkan ada stasiun televisi terang-terangan membela salah satu capres dan menjelek-jelekan capres lain, kok ngono yo? seharusnya wartawan dan media televisi itu kan harusnya netral tak berpihak, ya mungkin karna pendukung capres nya yang punya stasiun tv kali ya.

Ngeliat berita-berita yang saling menjatuhkan dan saling menjelek-jelekan capres bikin saya jadi eneg, jadi males nonton tv, karena isinya pasti pilpres semua, belum lagi di FB dan juga di Twitter isinya juga sama, bahkan ada temen yang saling berantem karena pilihan capresnya beda, atau mantan murid yang komen kasar di artikel yang di share gurunya. Ya kalau seandainya mendukung salah satu calon ya nyantai aja, nggak usah pakai ngotot, nggak usah mencari-cari kesalahan capres lain, saudara bukan, temen bukan tapi belainnya mati-matian ckckckckc...


Yang pasti saya besok akan datang ke TPS dan memilih untuk Indonesia lebih baik, siapa yang saya pilih biarlah saya, kotak suara dan Tuhan yang tahu hehehe...

Selamat menentukan pilihan rakyat Indonesia, pilih yang paling sedikit mudharatnya, pilih yang takut dengan Tuhannya, karna jika dia takut dengan tuhannya, Insya Allah dia akan amanah dengan tanggung jawab yang di pikulnya. 



#PilpresDamai
#IndonesiaMemilih

Wednesday, 4 June 2014

MTQ NASIONAL ke 25 di KOTA BATAM

Assalamualaikum..

Beberapa hari kedepan Kota Batam akan mengadakan perhelatan besar yaitu MTQ Nasional ke 25 yang berlangsung dari tanggal 5 - 14 Juni 2014. Perwakilan dari dari semua Provinsi akan tumpah ruah di sini, dan juga pembukaan MTQ ini akan di hadiri oleh Bapak Presiden SBY. Persiapan yang dilakukan juga sudah sangat baik, dan di dataran Engku Putri sekarang sudah berdiri megah dan cantik Astaka MTQ. Untuk pembukaan juga sudah disiapkan ratusan penari dan ratusan paduan suara, kebetulan hari minggu malam kemarin saya dan keponakan melihat mereka latihan, dan sekalian ngeliatain adek yang juga berpartisipasi jadi pengisi acara.

Pembukaannya besok hari kamis tanggal 5, sebenernya pengen sekali datang, tapi karena ada hal-yang lebih penting sehingga sore ini saya harus ke Padang. Semoga saja MTQ ke 25 tahun ini berjalan lancar dan aman. Selamat datang untuk para Kafilah dari seluruh Indonesia :)






Friday, 23 May 2014

Impian ke 28 & 36

36 Impian
  • Impian ke 28
Makan Kerak telor di Monas :D

Entah apa yang saya pikirkan ketika menulis impian yang satu ini, impian yang nggak penting banget sebenernya tapi entah mengapa saya masukkan dalam list impian saya, tapi tak mengapa seenggak pentingnya impian toh tetap menjadi impian, dan Alhamdulillah impian nggak penting ini kesampean. 

4 Mei 2014 setelah acara GL ODOJ di Istiqlal saya dan teman dari Batam sebut saja namanya Indah serta Guide kami selama di Jakarta (tempat kami numpang nginap semalam) sebut saja namanya Sifa berkeliling di sekitaran Jakarta pusat yang masih bisa di jangkau, salah satunya ya Monas, begitu masuk kawasan pemandangan yang luar biasa mengerikan buat saya, sampah berserakan dimana-mana, masak icon Jakarta tapi sampahnya berserakan gitu ckckckck..


Kata temen si itu karena paginya kawasan monas dijadikan kawasan car free day dan banyak yang berjualan di sekitaran monas, saya berpikir kenapa acaranya dari pagi tapi sampai malam tetep nggak di bersihkan ya, hmm entahlah biar kan Tuhan dan petugas kebersihannya saja yang tau. 
Owh ya saya akhirnya bisa merasakan kerak telor langsung dari asalnya, rasanya beda jauh dengan yang pernah saya cicipi di simpang bukit kemuning Piayu, jauh banget, enakan yang di monas hehe..

  • Impian ke 36
Metik Buah anggur, apel,strawberry  langsung dari pohonnya (klo ini adanya di jawa)

Kali ini metik Stroberry langsung dari pohonnya, pohonnya ternyata kecil, di susun berderet menggunakan polibek, dan di kawasan ini hampir semua rumah punya kebun stroberry sendiri, keren. Mungkin karena kawasan Ciwidey yang dingin sehingga stroberry gampang tumbuh, nggak kayak di Batam yang panas gersang menyengat. Begitu masuk kebunnya langsung kalap metikin, dan ternyata boleh di makan langsung, jadinya metikin sambil makan deh hehe.. walaupun warnanya merah menggoda rasanya tetep aja asem. Rencananya metik banyak untuk oleh-oleh dan ternyata baru semalam udah banyak yang busuk, jadinya di makan selama perjalanan.




Thursday, 8 May 2014

Grand Launching One Day One Juz (GL ODOJ)


Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..
Hanya syukur yang bisa terucap karena Allah SWT telah memudahkan langkah kaki saya untuk sampai di Mesjid Istiqlal dan bergabung dengan 30.000an Odojers (sebutan untuk para penggiat One Day One Juz) dari seluruh Nusantara. Menjadi 1 dari 30.000an yang menggemakan bacaan Al-qur'an secara bersamaan itu sungguh mengharukan, dan momen yang tak kan bisa tergantikan dengan apapun.

Peserta GL ODOJ

Cara mendaftar ODOJ

Kegiatan Grand Launching One Day One Juz  (GL ODOJ) ini di adakan di Mesjid Istiqlal pada hari minggu tanggal 4 May 2014. Berdasarkan pendaftaran yang di lakukan oleh panitia, di perkirakan ada 28.000 an Odojers yang sudah mendaftar untuk menghadiri GL, dan hari H di perkirakan ada kurang lebih 30.000an yang datang, bahkan ada beberapa media online yang mengatakan 40.000an dan 50.000, yang pasti banyak banget. Ruang utama di lantai 1 penuh, bahkan peserta membludak sampai ke lantai 6. Masya Allah sungguh luar biasa. Allah lah yang menggerakkan hati-hati para Odojers dari berbagai daerah untuk berkumpul pada Silaturrahmi Akbar ini. 


Saya dan teman, sebut saja oknum I, berangkat dari Batam pada hari rabu tanggal 30 April, sengaja karena sekalian mau main ke Bandung, dan kami dari Bandung ke Jakarta hari Sabtu dan malamnya mabit di Istiqlal, emank bisa? Alhamdulillah bisa, karena panitia telah menyediakan ruangan untuk pada Odojers dari luar daerah, 1 ruangan untuk Akhwat rame-rame, jadi kayak ikan sarden gitu hehe.


Hari minggu nya saya dan oknum I bangun jam setengah 2 pagi, biar bisa bersih-bersih dan nggak ngantri di kamar mandinya, ternyata bener aja, setelah kami keluar udah rame aja yang pada ngantri. Setelah itu kami naik ke ruang utama untuk Tahajud dan mengkholaskan bacaan tilawah kami hari itu, kemudian di lanjutkan dengan tahajud berjamaah dan sholat shubuh.

Jam Setengah 7, para Odojers dari berbagai daerah dan sekitaran Jakarta berdatangan, Jam setengah 8 acara dimulai (kalau nggak salah, agak lupa). Alhamdulillah saya dan Oknum I duduk di syaf ke 5 dari depan, dan Alhamdulillah kami bisa bertemu dengan akhwat-akhwat satu grup, ada Bunda Ani (yang paling tua di grup kami), aisyah, Asifa, Layli dan Indri, sebenernya masih ada mbak Ratna yang dateng tapi nggak ketemu. Owh ya, entah kenapa pas hari H sinyal semua provider telepon hilang, jadi susah banget untuk berkomunikasi selama acara berlangsung.






Alhamdulillah Grand launching ODOJ mendapatkan Rekor Muri sebagai Pembaca Al-qur'an terbanya, tapi nggak di sebutkan berapa jumlahnya, karena memang tidak di data pada hari H, ribet juga kali ya harus mendata sebanyak itu orang pada 1 waktu. Dan kata ketua Muri bahwa ini bukan rekor Indonesia tapi rekor Dunia, Terharu.. 

Semoga dengan adanya Grand launching ini, makin banyak masyarakat muslim Indonesia tertarik bergabung dengan ODOJ.


Membumikan Al-Qur'an Melangitkan manusia

link ODOJ 


Wednesday, 26 March 2014

Dian dan mimpi-mimpi

Saya dan mimpi-mimpi seperti tak kan pernah terpisah, ini tentang mimpi bukan impian, setiap tidur selalu saja dipenuhi mimpi-mimpi, bahkan ketika memejamkan mata hanya beberapa menit tetap saja diliputi mimpi.

Begitu bangun dari tidur selalu memikirkan, 
"tadi mimpinya tentang apa ya?"
"tadi mimpiin siapa ya?"

Ketika bermimpi tentang seseorang, sering kali karena sedang merindukan seseorang tersebut, tapi terkadang juga, memimpikan orang-orang yang bahkan tak terpikirkan sekalipun. 

Bukan hanya itu, berkali kali juga merasakan De Javu dalam kehidupan realitas, selalu merasa pernah mengalami suatu kejadian yang sama persis, dan di dalam hati selalu berkata "kayaknya pernah ngalamini kejadian persis sama sebelumnya" dan itu selalu di dalam mimpi.

Hanya sedikit khawatir, jika suatu saat nanti tak bisa membedakan mimpi dan kenyataan, tak lagi ada batas, tak ada lagi penghalang, semoga saja takkan pernah terjadi.


Friday, 21 March 2014

Dian dan Makan-Makan

Hei hei..
Lama banget blog ini nggak keurus, maaf kan saya yang sementara berpaling kerumah yang lain hehe,, kali ini balik lagi..

Sebenernya udah dari kapan-kapan mau nulis tentang ini, tapi karena malesnya lagi kumat ya nggak jadi jadi, Baiklah kali ini saya akan membahas tentang makanan (jadi laperrrr,, )

Salah satu hobi saya itu adalah makan, walaupun badannya segitu-gitu aja tapi emang suka makan terutama menu-menu baru yang baru di denger, suka banget penasaran sama makanan, dan juga kalau seandainya makanan itu enak pasti, suatu waktu pengen makan lagi. Saya sering banget ngidam (bukan ngidamnya Bumil ya, kan saya belum nikah :p ) makanan tiba-tiba, kayak beberapa hari yang lalu, pengen banget makan telur asin, sehari, dua hari masih kepikiran karena belum kesampean, akhirnya nanya mbak2 yg jual sarapan di Simpang Dam ehh ternyata ada, senengnya klo kepengenan kesampean hehe..

Saya itu juga nggak bisa lepas dari makanan pedes, makan tanpa sambel itu berasa makan sayur tanpa garam, cieelah :D walaupun sebenernya lambung nggak pernah bisa terima makanan pedes karena saya punya sakit magh tapi mau gimana lagi, namanya juga udah hobi, "perut selalu kalah dengan mulut" mungkin kalau si perut bisa ngomong, udah marah-marah dan ngomel-ngomel kali ya sama si mulut yang selalu makan pedes.

Baiklah kita mulai dari makan yang deket dulu ya..

FoodCourd Plaza Batamindo

Karena saya kerjanya di kawasan batamindo jadi salah satu tempat makan yang paling deket ya Foodcourd Plaza ini, banyak banget stan makanan yang ada di sini, tinggal pilih aja mau makan apa, tapi seringnya karena udah tiap hari makan disini, sering bingung, mau makan apa. saya recoment beberapa makanan yang jadi favorit di tempat ini ya

Ayam Sambel Ijo "Moro Mampir"




Menurut saya, rasanya masakan rumahan banget, pedesnya juga pas di lidah saya yang suka makan pedes ini,  jadi kalau lagi bingung mau makan apa, ya ujung-ujungnya pasti milih makanan  ini.

Ati Ampela sambel Gledek dan Nasi goreng sambel Gledek "Waroeng Inong"

Selain karena saya memang suka makan Ati Ampela, di sini sambel Gledeknya juga nampol banget karena sambelnya ini dari cabe rawit. 


Tekwan dan Pindang Ayam  " Regita"



Letaknya paling kanan dari foodcourd. Klo jam 12an, selalu rame dan kita harus ngambil makanan sendiri kalau disini. Tekwannya lumayan lah kalau buat tiba-tiba pengen makan tekwan, tapi tetep tekwan yang paling enak itu buatannya mama temen (pernah makan waktu lebaran) hehe..

Pindang ayam nya juga enak, apalagi di tambah dengan sambel mangganya yang seger, selain pindang ayam juga ada pindang ikan, dan pindang tulang.


Foodcourd Panbil lantai 3

Biasanya kesini kalau lagi nggak minat makan di Plaza, dan lagi pengen makan makanan yang pedes banget.

Ayam Bakar Taliwang


Disini selain harganya lumayan terjangkau, sambel dari ayam bakarnya pun enak banget, ada tiga pilihan rasa, manis, pedes manis dan pedes banget, ya kalau saya pasti selalu milih pedes banget, selain sambel yang ada di ayam bakarnya, kita juga di kasih sambel pendamping yang pedes juga. Ini salah satu makan yang saya suka karena pedesnya

Ayam Geprek "Warung Pojok"


Cabe yang digunakan untuk menu ini adalah cabe setan (cabe rawit merah) yang sudah jelas pedes banget, biasanya kalau makan disini, minta cabenya yang pedes banget 6-8 biji cabe, dan klo makan telinga berasa berasap gitu kayak film2 kartun hehe.. tapi tetep bikin ketagihan...

Mega Mal

Tomyam Seafood "Empek-empek Kolekta "


Nanya sama temen yang udah pernah nyicip langsung tomyam dari negara asalnya, "kak tomyam mana di Batam yang rasanya paling mendekati rasa asli Thailan?" si kakak jawab "yang di empek-empek kolekta mega mal dek, rasanya hampir mendekati". Dan ternyata rasanya enak dan seger nggak kayak sebelumnya yang pernah saya cicip di tempat lain. 

Mie Tarempa 


ini udah pernah di bahas di post yang lalu, langsung buka linknya aja ya :)


Ayam sambel ijo "Podomoro"


Orang Batam yang pecinta pedas pasti tau makanan yang satu ini, udah terkenal banget kayaknya, letaknya bukan di restoran mewah atau mal tapi cuma di warung pinggiran jalan yang bahkan kalau sore sampe ngambil separoh bagian jalan untuk meletakkan meja dan kursinya. Letaknya di kawasan Nagoya, di seberang jalan Holland Bakery di samping gedung Artha Graha kalau nggak salah. Makan disini selalu antri paling nggak kita harus nunggu setengah jam sampai makanannya terhidang di depan meja. Yang membuat makana ini di gemari ya karna pedesnya itu, bisa di bilang makanan  yang paling pedes yang pernah saya makan, tapi ya selalu bikin nagih lagi dan lagi, harganya juga murah banget. Katanya si ayam Podomoronya udah buka cabang di Batu Aji dan Tiban, tapi belum pernah nyoba yang di sana dimana persisnya juga kurang tahu. 


Kebanyakan makanan pedes, harap maklum saya "padeh lover" hehe..
Sebenernya masih banyak yang lainnya, tapi di post berikutnya aja deh  :)

Wednesday, 26 February 2014

Rumah Baru

Nggak berasa udah di penghujung Februari, dan ini baru tulisan pertama di bulan ini, maaf jika perhatian beralih sejenak, bukan untuk pergi hanya untuk berbagi di tempat lain. Tak ingin membanding bandingkan antara rumah ini dan rumah baru, tapi untuk saat ini berada di rumah baru lebih terasa nyaman. Mungkin nanti dua rumah ini akan jalan beriringan tapi itu nanti. Silahkan berkunjung kerumah baru :)

http://dianayankk.tumblr.com/ 

Thursday, 30 January 2014

Puzzle Kehidupan

Setiap orang di kehidupan saya itu ibarat sekeping Puzzle, dan kehidupan saya adalah gambar utuhnya. Jika satu saja kepingan puzzle itu tak ada maka gambar kehidupan saya takkan utuh. Siapapun orang tersebut yang pernah ada di kehidupan saya baik yang lama tinggal atau hanya mampir sebentar, mereka tetap menjadi bagian dari cerita kehidupan. Ada yang memberi bahagia, tawa, canda, persahabatan, kasih sayang ada juga yang memberi luka, dan air mata tapi bagaimanapun mereka tetap bagian terpenting dalam kehidupan karena setiap yang saya hadapi membuat saya mendewasa dari waktu ke waktu.

Begitupun saya bagi kehidupan seseorang, saya adalah sekeping puzzle yang mengutuhkan kehidupan mereka, ketika saya datang dan bertahan di samping mereka maupun saya singgah dan kemudian pergi, saya tetaplah bagian dari cerita yang melengkapi kehidupan seseorang tersebut.

Mungkin nanti belasan tahun dari sekarang  ketika seseorang mengingat dan mengenang tentang saya dan kemudian berkata "aku benci dengannya, kenapa aku harus dipertemukan dengannya", atau "aku merindukannnya, lama kami tak bersua" atau ada yang berkata "aku mencintainya, tapi sayang cintaku tak terbalas" atau "aku berbahagia untuknya" atau "dia sahabatku dan aku menyayanginya" dan ungkapan-ungkapan yang lainnya.

Apapun itu kenangan tentang saya, begitulah saya apa adanya, terima kasih untuk semua yang pernah menjadi kepingan puzzle dalam kehidupan saya, tanpa kalian kehidupan seorang Dian Fernanda tak kan pernah utuh.

Terima kasih sahabat
Terima kasih untuk semua

Love you
:)

Wednesday, 22 January 2014

Bila ku jatuh Hati

Rabbi, bila ku jatuh hati
ku ingin terbang tinggi
hingga syaitan tak menghampiri

Rabbi, bila ku jatuh hati
ku ingin terbang cepat
hingga syaitan tak sanggup hinggap



By: Salim A Fillah

Monday, 20 January 2014

Menatap Punggung Muhammad


Dalam Buku ini ada potongan puisi yang dibuat oleh Johan Wolfgang Van Goethe (1749-1832) filsuf dan penyair besar asal Jerman seorang non muslim tentang sosok manusia Agung Nabi Muhammad SAW

banyak bintang yang berkelip-kelip
ada bulan yang bercahaya lembut
ada dian yang menerangi pondok petani
kilau lampu-lampu listrik di tengah kota
namun hanya satu matahari
cahaya di atas cahaya
dialah Muhammad
mahapemimpin
mahamanusia

Buku ini membuat saya banjir air mata ketika membacanya, kita di ajak mengenal Rosulullah dengan sudut pandang yang berbeda, dari sudut pandang seorang non muslim yang mencari tau tentang Siapa Muhammad? 
Dalam buku ini kita jadi tau akhlak Rosulullah yang luar biasa, keteladanan dalam kebaikan.

"Apakah yang lebih utama dan lebih penting dari pada iman?
ialah Ihsan / Kebaikan"


Monday, 13 January 2014

Maya

Seperti sabtu pagi biasanya, aku sudah melangkahkan kaki keluar kamar kos menuju Mesjid yang tak seberapa jauh dari kamar kos mungil milikku. Pagi ini suasananya sungguh menentramkan, matahari pagi yang tak terlalu menyengat, awan berarak meneduhkan serta angin sepoi menyapu kulit. sabtu adalah jadwalku dan saudari-saudari lain untuk "melingkar", aku lebih suka menyebutnya begitu. 

Setibanya di mesjid aku menuju beranda pojok tempat kami selalu melingkar, tapi ternyata disana belum ada sesiapa, aku duduk bersila disana dan mengeluarkan mushaf kecilku, ada yang belum tuntas aku kerjakan pagi ini yaitu mengkhatamkan 1 juz bacaan tilawahku, jadi aku menunggu saudari-saudari yang lain datang sembari tilawah.

Di pojok lain beranda mesjid aku melihat seorang ibu memakai gamis berwarna coklat dengan kerudung senada, entah mengapa aku merasa di perhatikannya sedari tadi, apakah ada yang aneh denganku? tanyaku dalam hati. Aku beranikan menatap balik wajahnya dan melemparkan seulas senyum, ia pun membalas senyumku. Kemudian dia berdiri dan mendekatiku sembari mengucap salam

"Assalamualaikum dik"

"Waalaikumusalam warahmatullah ibu" dia pun duduk di sampingku dan menjabat tanganku, mencium pipi kiri dan kananku kemudian memelukku erat, lama sekali. Aku heran dengan tingkah ibu ini, apa yang membuat ia berlaku demikian, dan ternyata si ibu yang masih memelukku ini, sedang terisak, ia menangis, tapi entah kenapa. Aku beranikan diri untuk bertanya " ibu kenapa? apa baik-baik saja? tanyaku cemas.

"duh maaf dek, tak seharusnya saya seperti ini" ibu itu berkata sambil melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya. "boleh saya tau nama adik siapa?" tanyanya kemudian.

"nama saya Laila bu, Laila Febrina, nama ibu siapa?" ujuarku mengenalkan diri

"Saya Aminah, ibu aminah", jawabnya sambil tersenyum, " kamu tinggal dimana? asli orang sini? kerja atau kuliah?" tanyanya beruntun

aku pun tersenyum "saya tinggal di sekitaran mesjid sini bu, nggak jauh cuma lima menit jalan kaki, saya bukan asli sini, saya dari Batam, saya baru pindah kerja kesini, belum dua bulan" jawabku.

"owh gitu, saya kira kamu asli orang sini, maaf kalau saya membuat kamu heran dan kaget dik, pasti kamu bertanya-tanya kenapa saya memeluk kamu dan mengangis, kamu mirip sekali dengan adik saya, mirip sekali". dia mengeluarkan telpon genggamnya.

"masa si buk? mungkin adik ibu salah satu dari tujuh kembaran saya di dunia" jawabku sambil bercanda.

ia pun memperlihatkan sebuah foto padaku, ada seorang perempuan berkerudung, bermata sipit, dan berkacamata di foto itu, dan ternyata benar, mirip sekali denganku, tapi yang di foto lebih cantik. aku tak bisa berkata apa-apa.

"mirip sekali bukan? namanya Maya, usianya sepantaran kamu, dulu dia kuliah di ITB jurusan teknik mesin, walaupun wajahnya terlihat feminim, dia sangat tomboy" bu aminah mulai menceritakan tentang adiknya itu. "dia sangat aktif dan ceria, siapa saja yang berada di dekatnya akan sangat senang, saya sangat menyayanginya".

"sekarang dia dimana bu?" tanyaku, penasaran saja ingin bertemu langsung, pasti seru bisa bertemu langsung dengan seseorang yang wajahnya mirip dengan kita.

Bu aminah tersenyum getir "dia meninggal satu tahun lalu, karna radang selaput otak yang di deritanya, ternyata dia sudah lama menyimpan sakitnya itu sendiri, kami sekeluarga tak ada yang tahu tenntang penyakitnya. Makanya begitu melihat kamu masuk tadi, saya langsung teringat dengan adik saya maya, saya sangat rindu bertemu dengannya".

"Aduh maaf buk, saya tak bermaksud membuat ibu bersedih" aku tak tau harus berucap apa lagi

"nggak kok, kamu nggak salah apa-apa, malah saya seneng banget bisa ketemu kamu, rindu saya terobati, boleh saya menganggap kamu adik saya, maaf mungkin ini terdengar lancang, karna kita baru saja bertemu, tapi entah mengapa begitu melihat kamu, saya langsung jatuh sayang dik" ucap bu aminah tulus.

"dengan senang hati bu, senang bisa punya keluarga baru di tanah rantau" jawabku senang.

Thursday, 9 January 2014

Waktu

Hei waktu
begitu cepat kau merubah segalanya
kini tak lagi ada sapa
tak lagi ada tawa
kita seperti tak pernah bersua

tapi waktu
aku tak bisa menyalahkanmu sepenuhnya
mungkin memang sudah begitu jalannya
karna memang tak ada selamanya

aku benci menjadi asing dimatamu
padahal dulu kita tak berjarak


Thursday, 2 January 2014

Piayu Laut - perjalanan terakhir di penghujung tahun

Gerbang Kampung Tua Piayu Laut
Kebetulan tanggal 31 Desember saya libur kerja, dari awal bulan udah mikir mau kemana, karna keadaan keuangan nasional yang tidak memungkinkan, jadi saya mencari tempat yang asik buat dijelajahi dan masih relatif deket dari rumah. Karna udah dua kali ke Piayu laut dan belum liat pantainya jadilah akhir tahun 2013 saya sempatkan untuk berkunjung kesana. Piayu laut adalah sebuah perkampungan tua yang rumah-rumahnya berada di pinggir laut dan berbentuk pelantar, dan disini juga terdapat beberapa Restoran seafood yang cukup terjangkau dan enak. 

Pantai Piayu laut


Pagi sekali saya dan Icha (Adik saya yang kedua) udah keluar rumah untuk menyambangi piayu laut ini, sengaja berangkat pagi supaya nanti nggak kepanasan sampai disana, karena lambung tengah yang belum di isi, jadinya kami mampir dulu di Puri Agung untuk menikmati Cuanki (udah beberapa bulan saya pengen banget makan ini, kayak orang ngidam ya? hehe..). Setelah sarapan kami langsung meluncur lagi dengan menggunakan motor, adik yang bawa, maklum saya BELUM bisa bawa motor. 


Rumah pelantar penduduk

Setelah sampai di tempat tujuan, kami parkirkan motor, kami langsung di sambut debur ombak yang memanjakan telinga dan angin semilir yang membuai. Disana hanya terlihat beberapa motor dan mobil yang di parkir, pantainya ternyata kecil banget, karena penasaran dengan tempat lain, kami menyusuri jalan setapak yang sudah di semen menuju bukit, eeh ternyata kami menuju tempat yang salah, malah nyampe nya ke kuburan, dan ada papan peringatannya, yang tidak berkepentingan di larang masuk, jadinya ya kami langsung balik arah. Kemudian kami menyusuri rumah-rumah penduduk yang berupa pelantar, berharapnya si ketemu pantai lagi ternyata nggak ada, terakhir kami melihat sebuah jembatan atau pelantar yang menuju sebuah tempat pemancingan di tengah laut, jadinya ya kami bernarsis ria disana. 



Icha
Terakhir, karena perut yang sudah keroncongan lagi, kami akhirnya mampir kesalah satu restoran yang ada di sana untuk menikmati seafood, sekedar rekomendasi, kalau kesini, makannya di restoran "Melayu jawa" aja, enak dan murah, letaknya di turunan sebelah kiri SD.


Seafood yang ada di "melayu jawa"

Dian & Icha

Resolusi 2014

Hari ini udah hari kedua aja di Januari 2014, belum telat kan ya buat nulis resolusi, sebenernya udah kepikiran dari kemaren-kemaren, cuma belum sempet aja nulis di blognya, maklum wanita sibuk hehe..

Resolusi untuk 2014

1. Pulang Kampung
Loh kok pulang kampung lagi yan? bukannya Februari lalu udah. iya emank udah, tapi udah kangen Amak (nenek) lagi. Amak juga gitu kangen banget sama cucu kesayangannya ini. Kata-kata amak beberapa waktu lalu masih terngiang terus di kepala, "Amak kangen, kalau bisa kita ketemu sekali lagi (setelah di translate dari bahasa Minang). Mendengar Amak berkata seperti itu, cucu mana coba yang nggak kepikiran, semoga di mudahkan untuk ketemu Amak Aamiin..

2. Dapet Kerjaan Baru
Hmm.. yang satu ini keinginan orang tua, setelah bawa pulang ijazah yang di dapet dengan susah payah itu (karna skripsinya), Amma dan Appa pengen anaknya dapet kerjaan yang lebih baik lagi, yang lebih menjanjikan kata mereka, sebenernya udah nyaman banget disini, bos yang baik, kerjaannya enak, temen-temen kerja yang baik dan kompak banget klo urusan jalan-jalan n ngembel hehe.. Tapi demi membahagiakan dan mewujudkan keinginan ortu, mari kita cari pekerjaan yang lebih baik :)

3. Menjejak Indonesia
Menjejak satu persatu surga yang Allah titipkan di negeri tercinta ini, yaitu Indonesia. Mungkin saya nggak akan pernah seperti Fiersa atau Annisa andini yang berkeliling Indonesia dari satu daerah ke daerah lain, saya hanya bisa menjejaki satu persatu tempat-tempat yang indah itu, dan sebelumnya harus menabung dan berburu tiket promo dulu hehe.. Semoga tahun ini bisa menjejak Bandung, Makasar, Surabaya, Bromo (setelah 2 tahun ternyata belum terealisasi juga, hope this year will be there) dan daerah-daerah mengagumkan lainnya yang ada di Indonesia.

4. Jadi Peserta Grand Louncing ODOJ
Grand louncing ODOJ (One Day One Juz) ini akan di adakan di Mesjid Istiqlal Jakarta, tanggal 11-12 Mei 2014 dengan 111.100 para Odojers. Semoga bisa jadi salah satu di antara para Odojers yang itu. Aamiin.. 
Pengen banget ketemu dengan para shalihat yang ada di seluruh penjuru negeri :)

5. Mewujudkan keinginan sederhana Amma (mama)
Keinginan Amma sederhana banget, cuma pengen libur jualan di bulan Ramadhan tahun ini, semoga saya bisa mewujudkan keinginan sederhana Amma itu.. Aamiin Yaa Robbalalamin..

Semoga semua resolusi 2014 bisa tercapai,, Aamiin Ya Robbal Alamiin... ^^