Tuesday, 23 February 2016

Batam Tempoe Doeloe

kota batam

Siang ini, ketika saya dan temen kantor cari makan siang di Kepri Mal, saya baru inget kalau di Kepri Mal sedang ada pameran BATAM TEMPO DOELOE. Kegiatan pameran ini di persembahkan oleh Batam Heritage Society & IAI Kepri. Jika ingin mengenal sejarah tentang Kota Batam datanglah ke pameran ini, mulai dari masa penjajahan, Batam masih berupa kabupaten hingga menjadi kota modern seperti sekarang. Di sini juga di pamerankan foto-foto dan sekilas kisah tentang kampung-kampung tua yang ada di Batam. Sayang sekali karena waktu istirahat siang yang pendek, saya tidak bisa berlama-lama di pameran ini dan tidak bisa membaca semua kisah yang tertera dengan saksama.

pameran batam



Jika mengenang tentang Batam Tempoe Doeloe, saya jadi teringat kisah yang di sampaikan oleh Appa (papa) saya ketika beliau pertama kali merantau ke Kota Batam. Appa saya merantau ke Kota Batam tahun 1984, dimana saat itu, sebagian besar Kota Batam masih berupa hutan. Jaman dulu daerah Tanjung Uma dan Jodoh masih berupa rawa-rawa, jadi salah satu alat transportasi yang di gunakan adalah sampan, beberapa rawa sudah di timbun, sehingga alternatif lain jalan yang di gunakan adalah jembatan kayu, yang jika di pijak, maka akan goyang. Jaman dulu di sekitar Tanjung Uma juga masih banyak suku laut, jika musim angin kencang mereka akan merapatkan perahu-perahu mereka ke dermaga. 

Selain itu di tahun 80-an hingga 90-an selain Rupiah, di Kota Batam juga menggunakan mata uang Dolar Singapura, bayangin aja dulu bisa beli nasi Padang atau bayar Taxi pake Dolar, keren ya hehehe...

Saya Juga lahir di Kota Batam, tepatnya di akhir tahun 80-an, Appa sering cerita, dulu saya lahir di rumah bidan, yang dulunya terletak di Jodoh, persis kalau sekarang di ATM BCA Jodoh Sekarang :D lucu deh kalau ngebayanginnya. Awal mula Appa saya keBatam beliau membuka warung kopi seadanya di Jodoh, bakat turunan orang Padang itu memang tak bisa hilang, selalu bisa "manggaleh" dimana aja bahkan sampai sekarang hehe.. Sampai sekarang jika beliau jalan ke Jodoh beliau masih mendatangi tempat beliau berjualan pertama sekali dulu, kalau sekarang persisnya terletak di depan Hotel Pacifik, ada tandanya, berupa besi pengait yang di tanam untuk mengikat tenda dulu.

Jika menceritakan tentang Kota Batam memang tidak ada habisnya, beginilah Kota Kelahiran saya :)


Monday, 15 February 2016

Pagar Alam

Gunung Dempo
Perkebunan Teh di kaki Gunung Dempo
Pagar Alam adalah salah satu kota yang terletak di provinsi Sumatera Selatan, butuh waktu kurang lebih delapan jam jika menggunakan mobil dari bandara Palembang menuju kota ini. Pagar Alam terletak di perbukitan tinggi, cuaca di sini cukup dingin karena kota ini diapit oleh Gunung Dempo dan juga Bukit Barisan.

Kota Pagar Alam mempunyai potensi wisata yang sangat kaya, selain wisata alam, terdapat juga lokasi-lokasi purbakala. Di kota Pagar Alam ini terdapat sedikitnya 33 air terjun dan 26 situs menhir yang sudah tercatat. Obyek wisata yang terdapat di kota ini dan belum semuanya dikembangkan , objek wisata yang sudah dikenal adalah Perkebunan teh Lereng Dempo, Sungai Lematang Indah, Curup (air terjun) Embun, Curup mangkok, Curup kenangan indah, Arca Manusia Purba (Megalithikum), Danau gheban, Danau libagh (lebar) dll. 

Gunung Dempo Palembang
Permadani Hijau sepanjang mata memandang, 
Sewaktu saya berkunjung ke Pagar Alam ini, Gunung Dempo di kabarkan sedang aktif dan mengeluarkan abu fulkanis, tapi tidak terlalu berbahaya, terbukti dari adanya beberapa pemuda yang melakukan pendakian ke gunung ini sewaktu kami berada di Tugu Rimau, titik awal pendakian Gunung Dempo. Kami memulai penjelajahan menggunakan mobil jam 8 pagi dari Lahat, begitu sampai di kaki Gunung Dempo, permadani hijau terhampar luas sepanjang mata memandang, indah banget. kurang lebih mirip kawasan ciwidey di Bandung. Sumatera selatan merupakan penghasil teh berkualitas yang di ekspor ke luar negeri, Pagar Alam menjadi salah satu sumber teh berkualitas ini. 


palembang


Karena Gunung Dempo mengeluarkan asap, kami tidak bisa melihat puncak gunung dempo, dan dari tiga curup (air terjun) yang ada di kaki Gunung Dempo, kami hanya bisa mengunjungi salah satu curupnya saja, yaitu curup Mangkok. begitu memasuki kawasan curup mangkok, hawa dingin dari cipratan air terjunnya langsung terasa, air di kolamnya juga bening sekali, serasa ingin menyeburkan diri, tapi masih sadar diri kalau udara dingin sekali.

Gunung Dempo palembang
Curup (air Terjun) Mangkok
Sepanjang jalan menuju Tugu Rimau, jalan berkelok-kelok kami lalui, semakin naik, udara dingin semakin menusuk tulang, saya sampai berkali-kali mengoleskan minyak angin agar tidak kembung, dan tidak berhasil, begitu sampai di atas saya tetap masuk angin. Dari kaki gunung hingga ke Tugu Rimau, titik awal pendakian gunung dempo membutuhkan waktu kurang dari satu jam, jika berkendara harus hati-hati karena jalannya yang sempit dan juga belokannya yang patah-patah. Begitu sampai di atas pemandangannya sungguh luar biasa, saya tak berhenti mengucap syukur di dalam hati atas karuia alam yang Allah ciptakan. 

Negeri diatas awan
Negeri di atas awan (1820 mdpl) 
Palembang
Tugu Rimau

Bersyukur sekali bisa sampai di tempat ini, karena yang orang Palembang asli pun juga belum tentu bisa menjejakkan kaki di sini. Alhamdulillah...

titik awal pendakian gunung dempo
Titik Awal pendakian Gunung Dempo
Kakak2 yg mau naik gunung

#kaki udah gatel banget pengen jalan-jalan 

Tuesday, 9 February 2016

Festival Pulau Penyengat KEPRI

Pulau Penyengat

Yeay ada lagi ni Event daerah yang akan di helat bulan ini, namanya Festival Pulau Penyengat yang akan di Helat oleh Pemerintah daerah Kota Tanjung Pinang. Kegiatan Festival Pulau Penyengat 2016 ini direncanakan akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, mulai tanggal 20 Februari 2016 s.d 24 Februari 2016 di Pulau Penyengat, mulai pukul 08.30 – 17.30 WIB dilanjutkan pukul 19.30 – 22.00 WIB.

Pulau Penyengat Kepri


Latar belakang di adakannya kegiatan Festival Pulau Penyengat ini adalah sebagai ajang untuk memperkenalkan Pulau Penyengat sebagai destinasi pariwisata unggulan daerah (DPUP) Kota Tanjung Pinang. Pulau Penyengat juga merupakan pusat kerajaan melayu lingga pada zaman dahulu, selain itu di Pulau Penyengat juga terdapat makam Raja Ali Haji (Pahlawan Nasional di Bidang Bahasa) yang merupakan penulis kitab pengetahuan bahasa yang akhirnya dijadikan sebagai dasar Bahasi Indonesia.

Pulau Penyengat
Makam Raja Ali Haji

Pulau penyengat ini juga memiliki keunikan karena di pulau ini terdapat sebuah mesjid yang bernama Mesjid Raya Sultan Riau atau yang lebih di kenal dengan Mesjid Putih Telur, kenapa bisa di sebut Mesjid putih telur, selengkapnya baca disini ya.

Mesjid Putih Telur
Mesjid Raya Sultan Raiu
Tujuan diadakannya Festival Pulau Penyengat ini adalah untuk membangkitkan wawasan wisata dan cinta budaya khususnya Budaya Melayu, selain itu juga untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Tanjung Pinang khususnya Pulau Penyengat, dan menurut saya dengan adanya Festival ini juga akan memperkenalkan Kepulaun Riau (KEPRI ) kepada masyarakat khususnya masyarakat di luar Kepulauan Riau, karena di luar sana masih banyak yang salah mengira bahwa Tanjung Pinang, Batam dll masih bagian dari Provinsi Riau.

Banyak kegiatan yang akan di helat selama 5 hari ini, yaitu Klinik sastra, Lomba Melukis dan mewarnai, lomba penyajian sejarah, lomba sampan layar, lomba sampan dayung, lomba tangkap itik, lomba pukul bantal, lomba kuliner melayu, lomba pidato sadar wisata, lomba Jong, lomba gasing, lomba membaca gurindam duabelas, lomba fotografi dan banyak lagi. Jadi buat temen-temen yang ingin berkunjung ke Pulau Penyengat bisa menikmati kekhasan kuliner dan budaya melayu dalam sekali waktu, hadiah yang di perebutkan dalam Festival Pulau Penyengat ini kurang lebih Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah). 
jembatan di Depan Balai Adat

Sebagai budak melayu, kegiatan ini merupakan kegiatan yang saya tunggu-tunggu untuk mengenal budaya melayu semakin dalam tetapi apalah daya hati ini pergi tapi apalah daya kaki dan badan tak mengizinkan, tinggal nunggu aja deh hasil liputan dari temen-temen Blogger Kepri nanti yang akan meliput pada hari H Festival Pulau Penyengat, semoga kegiatannya lancar dan banyak pengunjung, Aamiin...
Tanjung Pinang Kepulauan Riau
Balai Adat Pulau Penyengat