Monday, 2 May 2016

Serba Serbi Kehamilan Pertama

"Yang sabar ya yank" kata-kata ini yang sering banget di ucapin suami semenjak saya sering mengeluh perihal berbagai keluhan ibu hamil. Beruntung sekali rasanya memiliki suami yang sabarnya luar biasa, jauh melebihi saya, dan juga sangat humoris, ketika wajah saya sudah cemberut dan meringis-ringis kesakitan, beliau akan mengeluarkan berbagai lelucon agar saya tersenyum dan tertawa. Memang menjadi seorang ibu itu sungguh luar biasa, salut buat semua ibu di seluruh dunia deh.

Berbagai macam keluhan ketika hamil dan sampai sekarang masih berlanjut yang saya alami

1. Hidung jadi super sensitif

Allah memang sudah menciptakan segala sesuatu yang ada pada tubuh kita itu sesuai takarannya, seperti hidung contohnya. Hidung kita di ciptakan tidak seperti hidung beruang yang bisa binatang mati 32 km jauhnya. Tepi ketika hamil apalagi di semester awal kehamilan, si hidung ini bisa menjadi super sensitif, bahkan parfum yang paling wangi pun bisa menjadi bau dan menyebabkan mual dan muntah. Saya selama kurang lebih tiga bulan tidak bisa masuk ke dapur karena bau atau aroma yang ada di dalam dapur, padahal biasanya juga nggak kenapa-napa. Saya juga nggak bisa mencium bau masakan. Jika ada yang masak di sekitar saya maka saya akan memilih kabur dari tempat tersebut atau menutup hidung rapat-rapat. Jadi karena itu juga, hampir 3 bulan saya tidak masak untuk suami, untung banget suami pengertian dan Alhamdulillahnya, Ortu saya punya Rumah Makan Padang "Putra Sago" (Numpang iklan dikit :D ), jadi kalau bosan dengan makanan luar, tinggal ngambil di sana atau minta di masakin sama ortu hehe....

2. Mual Muntah (Morning Sickness) setiap hari 

Kalau mual muntah ini memang semua ibu hamil mengalami, tergantung sering atau tidaknya saja. Tapi untuk saya, mual muntah pasti terjadi setiap hari di pagi hari dan akan berlanjut di siang, sore atau malam hari jika saya mencium bau yang tidak sedap. Anehnya, mual muntah ini di mulai ketika saya sudah ketahuan hamil, ketahuannya di umur 6 minggu, sebelum itu sama sekali tidak merasakan mual muntah. Kalau sudah mual muntah badan rasanya lemes banget, jangankan buat makan, liat foto makanan yang ada di medsos saja bisa mual, padahal biasanya liat foto doang langsung ngences hehehe.. karena mual muntah juga saya jadi tidak bisa minum susu kehamilan selama 1 bulan dan salah satu dokter menyarankan agar saya minum susunya di campur air dingin ataupun es, dan ternyata cara ini cukup efektif untuk minum susu.

3. Gatal-gatal

Penyebabnya bisa berbagai macam, misalnya kulit kering, peregangan kulit perut, dan gejala PUPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy) yang terjadi akibat meningkatnya hormon HCG dan hormon esterogen. Sejak memasuki trisemester kedua, saya hampir setiap hari merasakan gatal-gatal diseluruh tubuh. Menurut yang sudah berpengalaman, hal ini wajar dan akan semakin menjadi-jadi di semester ketiga kehamilan tapi akan hilang setelah melahirkan.

4. Garah dan Kepanasan

Cuaca Batam yang memang sudah panas dan akan kegerahan jika tidak menggunakan kipas angin atau AC, ketika hamil, menurut saya cuaca menjadi semakin panas. Kalau sudah kepanasan, saya sering sekali uring-uringan dan suami sering jadi tempat untuk mengeluh. Sempat juga AC kantor yang rusak beberapa hari, semakin membuat uring-uringan dan membuat saya berkipas-kipas kayak tukang sate sepanjang hari.

5. Kaki Bengkak

Kaki bengkak umumnya disebabkan makanan yang mengandung banyak garam dan gula, dan juga kurangnya olahraga. Saya memang bukan orang yang gemar berolahraga, bahkan ketika sekolah pelajaran olahraga adalah pelajaran yang paling saya hindari. Berkali-kali berencana untuk jalan pagi di sekitar perumahan bersama suami, tapi cuma rencana, lebih banyak malasnya dan lebh memilih tidur kembali setelah sholat hehe.. 

6. Imsomnia (susah tidur)

Karena ukuran perut yang sudah mulai membesar, sehingga menyulitkan saya untuk mengatur posisi nyaman ketika tidur. Untuk berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya harus pelan-pelan dan hati-hati. Belum lagi terkadang bermimpi buruk atau aneh sehingga semakin menyulitkan untuk saya tidur.


7. Sering Buang Air Kecil

Seiring semakin membesarnya perut dan si debay, kandung kemih akan semakin tertekan, sehingga akan membuat sering buang air kecil, jangan di tanya berapa kali saya ke kamar kecil, dalam satu jam bahkan bisa 3-4 kali. 

8. Sendi atau urat kaki tertarik

Akhir-akhir ini, sering sekali ketika duduk di lantai maka salah satu urat atau sendi yang ada di paha kiri saya merasa seperti tertarik, rasanya sakit sekali. Jika sudah begitu mengubah berbagai posisi dudukpun rasanya percuma, karena setiap gerakan akan membuat semakin sakit. Katanya sih memang seperti itu keluhan semua ibu-ibu hamil.

9. Pusing dan sakit kepala

Hal ini pernah terjadi beberapa hari ketika di awal trisemesater kedua kehamilan,mternyata penyebabnya adalah tekanan darah saya yang sangat rendah, hal ini bisa di cegah atau di obati dengan mengkonsumsi makanan yang bisa menaikan tekanan darah.

10. Begah 

Karena meningkatnya hormon esterogen di dalam tubuh sehingga proses pencernaan yang terjadi di dalam mengalami kelambatan sehingga saya jadi merasa begah jika setelah makan. Walaupun sudah berusaha untuk makan dengan porsi yang sedikit, semakin hari begah semakin menjadi-jadi. Akhir-akhir ini sering sekali saya terbangun di tengah malam karena begah di perut yang sudah sampai di kerengkongan dan membuat panas. Bahkan karena begah ini juga, asam lambung yang memang sudah saya derita sejak lama, jadi kambuh. Pengen makan salah, nggak makan juga salah.

11. Berat badan naik dan baju kekecilan

Walaupun di timbangan berat badan tidak naik terlalu signifikan tetapi saya merasa badan saya seiring waktu semakin lebar, dan suami sering banget ngejekin. Jika bukan karena hamil, mungkin saya sudah senewen dan pusing tujuh keliling karena semakin gemuk, tapi karena hamil, saya sebodo amat, yang penting kan debaynya sehat, dan tetap berdoa dalam hati semoga nanti seletah melahirkan bisa turun seperti semula hihi..

Karena kenaikan berat badan inilah baju-baju saya semasa gadis bahkan setelah menikah, banyak sekali yang sudah tidak bisa di pakai. Sudah banyak sekali baju-baju yang menurut saya masih bagus, bahkan beberapa baju faforit, terpaksa di lungsurkan ke adik-adik saya dan stok baju di lemaripun jadi sedikit sekali. Iklan Marjan udah marak di TV, berarti Ramadhan sebentar lagi, selain persiapan fisik dan ruhaniyah kita untuk malaksanakan ibadah, kita juga harus mempersiapkan isi lemari menyambut ramadan hehe..  Kunjungi koleksi Zalia terbaru yuks, lumayan untuk nambah-nambah isi lemari

Walau apapun keluhan selama masa kehamilan, harus di syukuri sekali, karena Allah SWT udah menitipkan seorang malaikat kecil yang akan menjadi penambah kebahagiaan keluarga saya. Semoga sehat terus sampai si debay lahir :)


5 comments:

  1. aku dulu mualnya pagi sm maghrib hehe,,,wii sru ya ortu unya warung padang,g masak tetep amann hehe..sehat2 ya mbk

    ReplyDelete
  2. Dan nanti setelah melahirkan pun si ibu harus siap-siap dengan baby blues atau lebih parah mengarah ke PPD alias post Partum Depression. Dian harus siap-siap dan kasih tau suami akan gejala ini. suruh suami baca-baca tentang baby blues dan PPD dari sekarang. Pokoknya gejalanya sedih, murung, merasa tak berguna, dan lainnya pasca persalinan. Ini aku salin dari blognya pejuang PPD:

    You may not be experiencing all of the symptoms listed below or even most of them. Your experience may include just a few of the symptoms and you may not have others at all.

    Okay. Here we go. You may have postpartum depression if you have had a baby within the last 12 months and are experiencing some of these symptoms:

    You feel overwhelmed. Not like “hey, this new mom thing is hard.” More like “I can’t do this and I’m never going to be able to do this.” You feel like you just can’t handle being a mother. In fact, you may be wondering whether you should have become a mother in the first place.

    You feel guilty because you believe you should be handling new motherhood better than this. You feel like your baby deserves better. You worry whether your baby can tell that you feel so bad, or that you are crying so much, or that you don’t feel the happiness or connection that you thought you would. You may wonder whether your baby would be better off without you.

    You don’t feel bonded to your baby. You’re not having that mythical mommy bliss that you see on TV or read about in magazines. Not everyone with postpartum depression feels this way, but many do.

    You can’t understand why this is happening. You are very confused and scared.
    You feel irritated or angry. You have no patience. Everything annoys you. You feel resentment toward your baby, or your partner, or your friends who don’t have babies.

    ReplyDelete
  3. Mbak Hanna: Iya Mbak, Alhamdulillah.. Aamiin...

    Mbak Lina: iya mbak, pernah baca Artikelnya, sempet khawatir banget klo sampe ngalamin nantinya, di liatin ke suami tentang artikellnya, suami cuma bilang " yang penting itu ada iman di Hati, selalu inget Allah" :)

    ReplyDelete
  4. semoga sehat selalu dan lancar hingga persalinan
    salam tuk debay :)

    ReplyDelete
  5. Mas Iqbal : hehe.. inget kak Fira ya mas

    Mbak Ina : Aamiin.. mkasi doanya mbak

    Mas Wah : Sama2 mas

    ReplyDelete

Pembaca yang baik, selalu meninggalkan jejak ^^