Wednesday, 12 April 2017

Drama Mpasi Arsyila

Awal cerita di mulai dari 3 bulan yang lalu, sebagai ibu yang bayinya akan memulai makan MPASI (Makanan Pendamping ASI) saya sangat menunggu-nunggu momen tersebut. Saya tidak sabar melihat bagaimana ekspresi bayi saya pertama kali di suapi makanan, bagaimana lahapnya dia mulai makan dan menantikan bagaimana ekspresinya kekenyangan. Dari sebelum usia Arsyila enam bulan, saya sudah mencari berbagaimacam informasi tentang Mpasi dan berbagai menu yang bisa di berikan kepada bayi usia 6 bulan ke atas, mulai dari resep rumahan para ibu-ibu, buku panduan ibu dan anak sampai dengan mpasi menurut standar WHO.

Nasi tim
 Nasi tim (nasi, ikan, buncis, kol ungu, keju)

Dari beberapa artikel yang saya baca, banyak ibu-ibu memberikan berbagai macam pure buah kepada bayinya sebagai pengenalan makanan pertama, seperti pure alpokat, wortel, pisang, apel, pir, pepaya dll. Tapi berdasarkan standar WHO yang saya baca, untuk mpasi pertama sebaiknya di perkenalkan berbagai macam makanan tapi hanya satu jenis, baik berupa karbohidrat yaitu beras, kentang, jagung dll,  protein hewani berupa ayam, daging merah, ikan, telur, protein nabati  berupa kacang-kacangan seperti kacang merah, tahu tempe, kacang polong, edamame dll, sayuran maupun buah yang kaya akan serat. Untuk pengenalan mpasi ini dilakukan dua minggu pertama, dengan menu berbeda setiap kali makannya.

Berbekal sedikit ilmu yang saya dapat dan dengan semangat 45 saya memulai Mpasi arsyila pas di usianya ke 6 bulan  saya memulai dengan pagi karbohidrat, siang dan sore serat berupa buah, di selang seling selama beberapa hari, 4 hari pertama salah satu buah yang saya berikan adalah pisang berangan, pisang yang warna kulitnya kuning kemasan, setelah dua hari Mpasi pertama Arsyila makan dengan lahap, sebagai ibu saya sangat senang, sore hari nya dia juga Puppy (Bab) dengan baik, mpasinya saya lanjutkan dengan 3 kali makan sehari dengan berganti-ganti menu, ternyata saya salah memberi pisang, pisang yang saya berikan itu biasa di komsumsi oleh orang yang sedang diare, jadi menurut saya cyila mengalami sembelit karena memakan pisang tersebut. Hari kelima mpasi, cyila belum juga puppy, saya sudah agak cemas, tapi masih berpikir positif, mungkin besok sudah puppy, hari ke enam sampai hari ketujuh tak juga puppy, saya mulai cemas, walaupun tidak rewel tapi saya sangat khawatir dengan kondisi lambungnya yang terus diisi makanan tapi tidak puppy, di hari ke enam, mpasinya di stop, saya googling artikel masalah sembelit pada bayi mpasi, ternyata banyak kasus serupa, tapi jika bayi Asi katanya wajar jika tidak puppy beberapa hari, di hari ketujuh saya buka youtube tentang kelasnya Dokter Tiwi (DSA) tentang mpasi, di kolom komen saya coba bertanya, apakah normal bayi mpasi tidak puppy 5 hari? tak disangka komen saya di balas beberapa jam kemuadian, dokter tersebut menyarankan untuk segera membawa ke DSA.

Hari ke delapan (enam hari tak bab) saya dan suami membawa Cyila ke dokter anak yang ada di RS Aini, ternyata dokternya cuti, di bawalah ke Graha Hermein yang ada dokter anaknya, setelah berkonsultasi dokter menyarankan untuk awal mpasi sebaiknya dengan memberikan bubur susu (bubur kemasan) yang banyak di pasaran, katanya aman untuk bayi dan sudah sesuai dengan standar kesehatan, kami juga di berikan resep, ternyata yang di resepkan adalah mic***ac, sebenernya tidak tega memberikan itu kepada cyila karena harus dimasukkan lewat anus tapi karena hanya itu yang di resepkan oleh dokter kami harus mencoba, tak sampai semenit setelah di berikan Cyila langsung puppy sambil nagis-nangis. Setelah kejadian tersebut mpasi cyila saya ganti dengan bubur kemasan yang ada di pasaran, Alhamdulillah sudah mendingan sampai sekarang, sesekali saya selingi dengan buah dan nasi tim saring menu empat bintang, sebenernya Cyila lebih lahap makan nasi tim saring karena rasanya yang lebih beregam dan lebih enak, tapi jika saya berikan nasi tim ini dua sampai tiga hari berturut-turut maka kejadian sembelit ini akan terulang kembali, sampai sekarang saya masih sering cemas jika tidak puppy selama dua hari. 
Qoute diananda.com

Sewaktu gadis, saya tidak pernah membayangkan akan menunggu-nunggu seseorang untuk puppy, ternyata setelah punya anak, itu menjadi sesuatu yang dinanti-nanti haha..
sekian cerita drama mpasi ala Arsyila, semoga tidak kejadian buat ibu ibu yang lain. Kalau mas akut  dan istri pernah punya kejadian yang sama?

16 comments:

  1. wajarlah seorang ibu cemas jika sang baby tidak puppy.... kita yang dewasa aja ngerasa gak enak jika tiap hari gak puppy kan ?? apalagi baby ?? semoga dedek selalu sehat dalam pertumbuhannya ya mbak dian...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, sempet khawatir bgt
      aamiin.. mkasi kak

      Delete
  2. Semangat yaa mommynya Cyila.
    Saya juga ada pengalaman serupa, tapi karena anak saya intoleransi laktosa, jd dari yg biasanya 1 hari pup 3-5x lalu pas mpasi ga pup 2 hari, udah masuk IGD. Karena nangis2 ga berhenti2. Dokter anak saya saya waktu itu lagi mudik. Terus dia instruksikan ke dokter jaga utk *maaf* memasukkan ujung termometer anak (yg ujungnya lembut& lentur) ke dalam anus. Alahmadulillah tanpa pencahar (mi*****) bisa langsung pup. Akhirnya saya juga belajar pelan2 memutarnya kalau seandainya Ziqri sembelit lg.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bs ya mbak pke termometer? Termometer sya yg di pke buat ketiak, tpi nanti klo cyila sembelit bs di coba deh pke termometer buat di anus

      Delete
  3. Waktu kecil dulu umutr 3 bulan saya sudah kasih anak saya pisang yang berserat halus itu. Lahap banget. Kecil dulu anak saya malah sering di kasih mic***lac. Tapi alhamdulillah gpp tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga papa ya mbak di kasih sering2 mic***lac nya?

      Delete
  4. Lucu menggemaskan istilah BaBnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikutin gayanya ibook @retnohening mas hehe

      Delete
  5. wah..aku pas baca pisang barangan langsung mbatin falam hati "loh ini kan pisang buat orang kena diare" ternyata seterusnya bener babymu jadi sembelit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, salah pisang, umminya cyila masih kurang ilmu hihi

      Delete
  6. Kalau saya dulu, untuk awal-awal memang gak pernah saya kasih pure fruit, karena takut diare. Saya kasih kentang, wartel, dicampur ayam atau seafood sedikit dan disteam. Kemudian dialuskan manual dan waktu menyuapinya agak diencerkan. Alhamdulillah gak pernah alami masalah. Kemudian perlahan kentangnya saya ganti dengan nasi. Saya juga rajin kasih labu kuning karena paling bagus untuk pencernaan si kecil...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah kasih labu mbak, tpi msih sembelit, pagi ini di coba lagi ngasih sarapan labu, smoga aja lancar

      Delete
  7. pengalaman yang sangat berharga ya..... memang penting mengetahui apa yang boleh atau tidak dalam memberikan makanan anak

    ReplyDelete
  8. hahaha aku belum punya anak tapi seru lho ngikutin pemberian makanan tambahan sama anak dan tiap anak itu unik. ada beberapa anak yang memang harus diperkenalkan dengan rasa dan tekstur biar terbiasa makan ada juga yang enggak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, tiap anak beda2, nggak bisa di samain juga

      Delete

Pembaca yang baik, selalu meninggalkan jejak ^^