Wednesday, 24 May 2017

Stimulasi Makan pada Bayi

Sebagai ibu yang sedang mengawasi pertumbuhan dan perkembangan bayi, saya harus mempelajari dan memperhatikan banyak hal, termasuk juga bagaimana proses makan pada bayi, bagaimana tahapannya, menu apa saja yang bisa diberikan sesuai dengan usia, bagaimana cara bayi saya bisa menelan, mengunyah dan menikmati makanan yang saya berikan. Bayi saya yang sudah sembilan bulan lebih, tapi belum juga tumbuh gigi, membuat saya bertanya-tanya, maka di carilah informasi yang bisa sedikit mencerahkan saya, maka saya coba buka youtube dan search tentang dokter Tiwi, ternyata ada video tentang Gigi dan Stimulasi Makan yang terdiri dari 4 video. Video ini merupakan kelas Parenting yang diadakan di RSU Bunda, Jakarta. Pembicara dalam kelas Parenting ini adalah dr Tiwi SPa MARS, dr Luh Karunia Wahyuni SpKFR(K) dan drg Dian Tjahyawati. Saya merangkum dari yang saya tonton, kenapa di rangkum, karena biasanya kalau hanya di tonton saja tidak nyangkut di otak saya, paham sebentar setelah itu lupa 😊
Berikut rangkumannya

Makanan bayi



Pertumbuhan = pertumbuhan fisik, misal tambah tinggi
Perkembangan = kemampuan
Perkembangan terdiri dari perkembangan gerak (motorik), bicara bahasa, psikososial, emosi, koknisi.


 Perkembangan gerak dibagi menjadi tiga:
1. Gerak kasar: angkat kepala, berguling, duduk, berdiri, berjalan, berlari, lompat, naik turun tanga dst
2. Gerak halus: ngambil sesuatu dan memasukkan ke mulut, melempar, meremas2, merobek, sampai bisa menulis
3. Oromotor : gerakan mulut (oral) : bicara sampai makan
Tahapan perkembangan oromotor pada bayi
Minum asi, pakai sendok, pakai gelas, kemudian sedotan


Keterampilan oromotor itu terdiri dari otot wajah, rahang, palatum (langit2), lidah, nula (anak tekak), (faring (kerongkongan), laring (pita suara).

Ketika bayi mulai memasukkan tangannya di usia 2 bulan, sebenarnya dia
1. mendorong refleks ingin muntah yang ada di langit2 mulut yg ada pada bagian depan, sementara pada orang dewasa ad di bagian belakang,
2. Mulai ada proses integrasi antara mata dan tangan
3. Belajar melawan grafitasi, tangan dan kaki masuk mulut, kaki masuk mulut ternyata juga memiliki tujuan yaitu untuk melatih otot perut bayi sehingga bisa berguling dsb.


Anatomi bayi bukanlah miniatur anatomi orang dewasa, sehingga fungsi dan bentuknya tidak bisa disamakan
# Lidah bayi penuh hingga ke langit2 tidak memiliki rongga
# Pipi tembem pada bayi, HARUS tembem karena isi tembem itu adalah sucking pad, isinya lapisan lemak untuk mestabilisasi rongga mulut, jika tidak tembem akan berpengaruh pada fungsi menghisap
# nula pada bayi, antara nula epiglotis nyambung, sehingga bayi memiliki kemampuan bernafas dan menghisap secara bersamaan.


Pada bayi di bawah 6 bulan, refleks akan timbul ketika ada stimulasi, setelah 6 bulan maka sudah ada vilunter, respon mau atau tidak mau.


Proses belajar oromotor tergantung dari beberapa faktor yaitu
1 Stimulasi
2. Gerak kasar dan halus, berpengaruh ketika leher mulai tegak.
Ketika leher mulai tegak maka bisa di kenalkan dengan makanan kasar, karena mulai ada ruang antara langit2 dan lidah
3. Cara menggendong
4. Cara memberi makan


Jika ada anak yg tidak terampil makan, jangan hanya menyalahkan anak, bisa jadi kesalahan bisa terjadi pada orang tua.

2 comments:

  1. Info yang bagus untuk calon orang tua dan orang tua baru

    ReplyDelete
  2. bacaan wajib untuk para mamah dan papah muda nih

    ReplyDelete

Pembaca yang baik, selalu meninggalkan jejak ^^