Sunday, 13 May 2018

Tak Ada Kata

Tak ada kata dan janji yang lebih manis dari
"semoga kita kayak gini terus sampai tua"
sampai nanti saling bertanya 
"kamu siapa ya?" karna ingatan yang tak lagi peka
tapi tetap saling setia dan selalu ada


Sunday, 29 April 2018

Lagi Naik Daun, Cicipi Serunya Jalan-Jalan di Ho Chi Minh

Ho Chi Minh merupakan salah satu kota yang lagi naik daun di tengah kalangan traveler. Walau dikenal sebagai kota yang panas dan ramai oleh lalu lalang sepeda motor, Saigon, sebutan warga lokal ini juga menyuguhkan pesona wisata yang eksotik. Bermodal tiket Jetstar, siapkan dirimu menyusuri jalanan kota, menghirup asap dupa di kuil, dan berjongkok di trotoar sambil mencicipi kuliner khas di tempat-tempat terbaik ini. 
 
Sarapan Bersama Warga Lokal

via.  lifestyle.okezone.com

Thursday, 22 February 2018

Review Popok Sekali Pakai

Setelah sekian lama mau review pospak (popok sekali pakai) akhirnya ketulis juga hehe...
Dari awal Cyila lahir, di rumah sakit memang dipakaikan pospak, lupa waktu itu sama perawatnya dipakein apa, kayaknya stok yang ada di RS padahal sebenernya udah nyiapin dari rumah, tapi nggak sempet ngasih ke perawatnya, ukuran pospak yang Cyila pakai agak kebesaran waktu itu, maklumlah Cyilanya lahir cuma berat 2,55kg selisih 0,05 kg dari batas minimum hehe...


Thursday, 15 February 2018

Ngidam Telur

Salah satu makan anak kos yang murah meriah dan gampang dimasak adalah Telur, bisa di jadiin bermacam-macam masakan, telur dadar, telur ceplok, telur gulai, telur balado, martabak mie dan telur, campuran mie kuah, campuran mie goreng dll. Dulu dari jaman SMP, oom saya adalah penjual telur keliling dengan menggunakan mobil, sehabis mengajar di sekolah, beliau berkeliling kampung menjajakan telur, bahkan sampai keluar kota, jadi tak heran waktu itu telur adalah salah menu masakan setiap hari, dibuat berbagai macam masakan dan anehnya walau tiap hari makan telur tidak membuat saya bosan, syukur Alhamdulillah juga tidak membuat saya bisulan. 

Thursday, 8 February 2018

List printilan isi rumah

Jauh sebelum pindahan rumah saya sudah mulai mencicil hal-hal apa saja yang harus disediakan di rumah baru nanti, kalau tidak dilist saya hanya akan menganggap hanya beberapa saja yang harus dipersiapkan tetepi ternyata setelah di list satu persatu ternyata banyak sekali, belum lagi budget yang harus dipersiapakan untuk membeli semua itu, sebelumnya kami menumpang di rumah ortu yang sebagian perlengkapan rumahnya sudah ada tinggal pakai, tapi untuk mengisi rumah kosong ternyata membutuhkan banyak biaya.

Berikut list yang saya buat:

KAMAR
1. Kasur,bantal & guling
2. Tempat tidur
3. Lemari 3 pintu
4. Lemari 2 pintu
5. Meja rias
6. Hanger
7. AC / Kipas

🍳DAPUR
1. Kompor, selang dan tabung gas
2. Kulkas
3. Rice cooker
4. Dispenser
5. Blender
6. Mixer
7. Oven
8. Kuali
9. Teflon
10. Panci
11. Pisau & Talenan
12. Piring
13. Mangkok Besar dan kecil
14. Gelas minum, gelas teh, gelas sirup
15. Sendok makan
16. Teko
17. Sendok masak set
18. Rak piring
19. Baskom plastik
20. Grill pan

 RUANG TAMU
1. Ac / kipas
2. Kipas
2. Karpet
3. Sofa
4. Buffet

RUANG MAKAN
1. Meja makan oshin
2. Alas meja
3. Galon💣

KAMAR MANDI
1. Ember Besar & kecil
2. Gayung
3. Gantungan baju
4. Hanger
5. Gantungan Sabun
6. Mesin Cuci

LAIN2
1. Setrika dan alas
2. TV dan meja TV
3. Rak Buku
4. Tikar
5. Komputer
6. Printer
7. Tanah
8. Rumah

Setelah membuat list ini baru terpikirkan oleh saya, mengapa dari dulu sewaktu masih gadis saya tidak mulai mencicil satu persatu sehingga setelah menikah walaupun sebenarnya suami yang harus menyediakan, saya sudah punya persiapan. Satu-satunya barang yang saya punya dari masih gadis adalah kulkas. List diatas bisa juga menjadi referensi kado pernikahan yang akan diberikan kepada teman atau saudara, bisa juga menjadi referensi buat yang akan menikah atau bisa juga yang masih lajang, biasa mulai mencicil satu persatu dari sekarang, semoga bermanfaat teman 😊

Thursday, 1 February 2018

Peduli anak Asmat

Sering kali kita ketika akan makan pertanyaannya gini "makan apa ya enaknya hari ini?" Atau "mau makan dimana ya?"
Padahal ditempat lain orang malah berkata "apa ya yang kita bisa makan hari ini?"


Mendengar berita akhir-akhir ini tentang bayi dan anak-anak suku Asmat  yang terkena gizi buruk sungguh membuat hati miris dan membuat saya "tersentil", berapa banyak nikmat yang telah Allah Subhanawata'ala berikan dan betapa banyak nikmat yang saya terima.

Membayangkan anak sendiri tidak makan sehari saya sudah membuat saya sedih, bagaimana dengan mereka ibu-ibu di negeri timur sana, melihat anak-anak mereka menagis kelaparan,  minta makanan dan juga susu dan akhirnya meninggal didalam pangkuan, Ya Allah sedih sekali rasanya.

Menurut dr. Michael Bantung, tim roportase Wahana Aksi Indonesia, 70 anak suku Asmat meninggal karena gizi buruk dan campak, 66 orang meninggal dikarenakan campak, 4 lainnya dikarenakan gizi buruk, mayoritas berusia 8 bulan sampai 3 tahun. Sudah hampir 5 bulan, wabah campak dan gizi buruk melanda tanah Papua, dan menjangkiti ribuan anak-anak di Kabupaten Asmat.

Kemiskinan menjadi faktor utama campak dan gizi buruk ini mewabah ditambah lagi dengan tempat tinggal mereka yang kotor dan gaya hidup yang kurang bersih, selain itu sebagian besar wilayah di kabupaten ini susah di akses karena sebagian wilayah berupa rawa dan hanya bisa di akses menggunakan kendaraan air sehingga menjadi pemicu penyebaran.


Mungkin kita yang jauh dari negeri Papua tidak bisa berbuat banyak, tapi kita bisa membantu mereka bukan hanya dengan doa tapi juga dengan sedikit rezeki yang kita punya, banyak lembaga-lembaga sosial yang melakukan penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara kita ini, beberapa di antaranya melalui www.kitabisa.com yang penggalangan dananya di lakukan oleh Arie kriting atau melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang akan mengirimkan bantuan berupa kapal kemanusian dengan mengirimkan 100 ton bantuan pangan dan medis, atau melalui lembaga-lembaga lain yang melakukan hal serupa dan bisa dipercaya.


Mungkin bagi kita hanya sedikit yang bisa diberikan tapi buat mereka sudah berarti banyak, selain itu juga bukan seberapa banyak yang bisa kita kasih tapi seberapa peduli, kita dengan mereka saudara kita yang mengalami musibah. Saya pribadi juga tidak bisa berbuat dan membantu banyak, dengan tulisan ini saya berharap dapat membuka hati dan mata teman-teman sekalian untuk membantu. 

Thursday, 25 January 2018

Buat yang Suka Update di Instagram, Tempat di Jogja Ini Tak Boleh Ketinggalan!

Jogjakarta memang terkenal dengan suasananya yang romantis dan menyenangkan. Hal tersebut juga membuat daerah ini sering jadi sasaran liburan turis dari dalam dan luar negeri. Selain akomodasi dan makanan yang relatif murah, jogja juga terbilang cukup kreatif dalam mengolah lokasi-lokasi wisatanya menjadi tempat yang menarik.

Tapi, jalan-jalan tanpa posting ke Instagram, Facebook, atau Path rasanya kurang update, ya?   Nah, Jogja dengan segala kreativitasnya memiliki berbagai tempat wisata yang bisa dijadikan spot asyik untuk berfoto. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Air Terjun Kembang Soka

Sumber : dakatour.com

Wednesday, 24 January 2018

RM Putra Sago Batam


Salah satu tempat makan yang hampir ada di seluruh Indonesia adalah Rumah Makan Padang, di mana saja di setiap kota pasti berdiri Rumah Makan Padang. Berbagai macam suku walaupun bukan orang Minang asli tetap suka dengan masakan Padang. Saya pernah berkunjung ke Palembang, makannya tetap di salah Satu Rumah makan Padang, begitu juga saat ke Jogja makannya tetap ke salah satu Rumah Makan Padang. Walaupun Rasa dari masakan Padang disetiap daerah sudah menyesuaikan dengan lidah masyarakat setempat, masakan Padang tetap menjadi favorit.
Masakan padang batam
Gulai Kepala Ikan

Thursday, 18 January 2018

Pindahan rumah

Hari minggu lalu kami (saya, suami dan anak) pindahan rumah, sebenarnya bukan pindahan rumah, lebih tepatnya pindahan kamar, karena hanya kamar dan sebagian isi dapur yang pindah. Sebelumnya, semenjak menikah saya tetap tinggal dirumah orang tua, tapi tidak tinggal bersama orang tua melainkan dengan adik perempuan saya. Setelah dua tahun lebih tinggal di rumah itu, adik saya akan menikah, jadi mau tidak mau saya dan keluarga harus pindah. 


Thursday, 11 January 2018

Memilih menjadi Ibu Rumah Tangga

Dulu jauh sebelum menikah bahkan sebelum bertemu dengan pasangan saya sekarang, saya sudah punya niat yang kuat, jika nanti saya punya anak akan saya urus sendiri dan akan menjadi Ibu Rumah Tangga. Banyak sekali yang menyayangkan keputusan saya kala itu untuk berhenti kerja setelah saya hamil dan akan melahirkan, bahkan Amma (Mama) saya sendiri sampai sekarang masih tak rela. 


Tak Ada Kata

Tak ada kata dan janji yang lebih manis dari "semoga kita kayak gini terus sampai tua" sampai nanti saling bertanya  "...