Thursday, 22 February 2018

Review Popok Sekali Pakai

Setelah sekian lama mau review pospak (popok sekali pakai) akhirnya ketulis juga hehe...
Dari awal Cyila lahir, di rumah sakit memang dipakaikan pospak, lupa waktu itu sama perawatnya dipakein apa, kayaknya stok yang ada di RS padahal sebenernya udah nyiapin dari rumah, tapi nggak sempet ngasih ke perawatnya, ukuran pospak yang Cyila pakai agak kebesaran waktu itu, maklumlah Cyilanya lahir cuma berat 2,55kg selisih 0,05 kg dari batas minimum hehe...


Thursday, 15 February 2018

Ngidam Telur

Salah satu makan anak kos yang murah meriah dan gampang dimasak adalah Telur, bisa di jadiin bermacam-macam masakan, telur dadar, telur ceplok, telur gulai, telur balado, martabak mie dan telur, campuran mie kuah, campuran mie goreng dll. Dulu dari jaman SMP, oom saya adalah penjual telur keliling dengan menggunakan mobil, sehabis mengajar di sekolah, beliau berkeliling kampung menjajakan telur, bahkan sampai keluar kota, jadi tak heran waktu itu telur adalah salah menu masakan setiap hari, dibuat berbagai macam masakan dan anehnya walau tiap hari makan telur tidak membuat saya bosan, syukur Alhamdulillah juga tidak membuat saya bisulan. 

Thursday, 8 February 2018

List printilan isi rumah

Jauh sebelum pindahan rumah saya sudah mulai mencicil hal-hal apa saja yang harus disediakan di rumah baru nanti, kalau tidak dilist saya hanya akan menganggap hanya beberapa saja yang harus dipersiapkan tetepi ternyata setelah di list satu persatu ternyata banyak sekali, belum lagi budget yang harus dipersiapakan untuk membeli semua itu, sebelumnya kami menumpang di rumah ortu yang sebagian perlengkapan rumahnya sudah ada tinggal pakai, tapi untuk mengisi rumah kosong ternyata membutuhkan banyak biaya.

Thursday, 1 February 2018

Peduli anak Asmat

Sering kali kita ketika akan makan pertanyaannya gini "makan apa ya enaknya hari ini?" Atau "mau makan dimana ya?"
Padahal ditempat lain orang malah berkata "apa ya yang kita bisa makan hari ini?"


Mendengar berita akhir-akhir ini tentang bayi dan anak-anak suku Asmat  yang terkena gizi buruk sungguh membuat hati miris dan membuat saya "tersentil", berapa banyak nikmat yang telah Allah Subhanawata'ala berikan dan betapa banyak nikmat yang saya terima.

Membayangkan anak sendiri tidak makan sehari saya sudah membuat saya sedih, bagaimana dengan mereka ibu-ibu di negeri timur sana, melihat anak-anak mereka menagis kelaparan,  minta makanan dan juga susu dan akhirnya meninggal didalam pangkuan, Ya Allah sedih sekali rasanya.

Menurut dr. Michael Bantung, tim roportase Wahana Aksi Indonesia, 70 anak suku Asmat meninggal karena gizi buruk dan campak, 66 orang meninggal dikarenakan campak, 4 lainnya dikarenakan gizi buruk, mayoritas berusia 8 bulan sampai 3 tahun. Sudah hampir 5 bulan, wabah campak dan gizi buruk melanda tanah Papua, dan menjangkiti ribuan anak-anak di Kabupaten Asmat.

Kemiskinan menjadi faktor utama campak dan gizi buruk ini mewabah ditambah lagi dengan tempat tinggal mereka yang kotor dan gaya hidup yang kurang bersih, selain itu sebagian besar wilayah di kabupaten ini susah di akses karena sebagian wilayah berupa rawa dan hanya bisa di akses menggunakan kendaraan air sehingga menjadi pemicu penyebaran.


Mungkin kita yang jauh dari negeri Papua tidak bisa berbuat banyak, tapi kita bisa membantu mereka bukan hanya dengan doa tapi juga dengan sedikit rezeki yang kita punya, banyak lembaga-lembaga sosial yang melakukan penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara kita ini, beberapa di antaranya melalui www.kitabisa.com yang penggalangan dananya di lakukan oleh Arie kriting atau melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang akan mengirimkan bantuan berupa kapal kemanusian dengan mengirimkan 100 ton bantuan pangan dan medis, atau melalui lembaga-lembaga lain yang melakukan hal serupa dan bisa dipercaya.


Mungkin bagi kita hanya sedikit yang bisa diberikan tapi buat mereka sudah berarti banyak, selain itu juga bukan seberapa banyak yang bisa kita kasih tapi seberapa peduli, kita dengan mereka saudara kita yang mengalami musibah. Saya pribadi juga tidak bisa berbuat dan membantu banyak, dengan tulisan ini saya berharap dapat membuka hati dan mata teman-teman sekalian untuk membantu. 

Bermain dan Belajar bersama Kodomo Challenge

Sebagai emak yang baru punya anak yang mulai bisa main dan mulai mengeksplorasi benda dan mainan yang ada disekitarnya, saya terkadang bin...